• Home
  • Ekbis
  • Bank Riau Kepri Launcingkan Tabungan SimPel di Dumai

Bank Riau Kepri Launcingkan Tabungan SimPel di Dumai

Kamis, 01 Oktober 2015 19:12 WIB
DUMAI - PT. Bank Riau Kepri secara resmi melauncingkan produk unggulan terbaru dan pertama kalinya bagi dunia perbankan di Indonesia. Adapaun produk usaha yang diluncurkan itu adalah Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) yang secara langsung dilauncingkan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, di Hotel Comfort Dumai, Kamis (1/10/15).

Direktur Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari dalam sambutanya mengatakan, program ini merupakan pertama kalinya diluncurkan oleh dunia perbankkan di Indonesia. Bank Riau Kepri lah peluncuran pertama produk usaha Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) ini sebagai bentuk ajakkan gemar menabung sejak dini. Terutama para pelajar. Bahkan setoran awal sangat ringan. Setoran awal minimal hanya Rp 5000, jumlah ini cukup terjangkau bagi para pelajar.

"Program ini sengaja dihadirkan. Para pelajar dari tingkat PAUD hingga SLTA bisa ikut dalam program ini. Program ini juga bentuk komitmen Bank Riau Kepri dalam mengembangkan dunia usahanya dan mengikuti siklus keuangan masa kini. Dengan peluncurkan prodak baru ini rupanya mendapat antusias cukup tinggi bagi nasabah dari kalangan pelajar. Kota Dumai sendiri paling tinggi antisiasnya dalam program ini," ujar Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari.

Sementara Plt Walikota Dumai, Arlizman Agus, mengapresiasi tentang launcing Tabungan Simpanan Pelajar dari PT. Bank Riau Kepri. Diharapkan dengan adanya program baru ini dunia perbankkan bisa berjalan baik dan bisa memberikan manfaat baik kepada nasabahnya yang terdiri dari kalangan pelajar. Begitu juga dengan peserta didik yang menjadi nasabah Tabungan Simpel ini untuk giat menabung.

Sementara Kepala OJK Perwakil Riau, Nurdin Subandi, mengatakan dalam sambutanya bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan mengembangkan produk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar (SimPel) Bank Riau Kepri. Produk SimPel ini merupakan salah satu upaya OJK dalam membangkitkan kembali budaya menabung sejak dini bagi pelajar. Produk ini merupakan tabungan bagi para peserta didik mulai jenjang PAUD/Raudatul Athfal (RA) hingga SMA/Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren yang diterbitkan secara nasional oleh perbankan di Indonesia.

Tujuan program ini adalah agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup. Menurutnya, budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif serta belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak.

"Selain itu, kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan keuangan," ujarnya.

Produk ini pertama kali diluncurkan pada 14 Juni 2015 oleh Presiden RI, Joko Widodo yang diikuti oleh 8 bank umum syariah. Kegiatan aktivasi program Tabungan SimPel yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2015 di SMAN 68 diikuti oleh 8 bank umum konvensional yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, Bank Jabar-Banten dan Bank Jatim) dan 6 bank umum syariah (Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, dan Panin Syariah).

Selain itu secara statistik, jumlah pelajar SD, SMP, dan SMA dibanding total populasi Indonesia menunjukkan angka yang signifikan yaitu 20% dengan rincian sekitar 38,8 juta siswa di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan sekitar 11 juta siswa di bawah Kementrian Agama (Kemenag). Dilihat dari keadaan tersebut, peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan khususnya kelompok pelajar masih sangat besar. "Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah model produk keuangan dengan karakteristik dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan kelompok siswa," ucapnya.

Nurdin menuturkan keunikan dan keunggulan dari tabungan ini antara lain nama siswa tercantum pada buku tabungan, setoran awal yang ringan, bebas biaya administrasi bulanan, minimum setoran yang terjangkau setiap kali menabung. SimPel tidak memberikan bunga, namun sebagai gantinya siswa akan mendapatkan program reward sesuai kebijakan dari setiap bank. "Dengan adanya produk ini, masyarakat diharapkan kembali mengangkat budaya menabung sejak dini," tuturnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2014-2019, program ini diharapkan dapat menjadi sarana penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) mengingat SimPel ini memiliki karakteristik yang spesifik, seperti nama siswa yang tercatat sebagai pemilik rekening dan tercantum pada buku tabungan.

Sedangkan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dalam sambutanya mengatakan menyambut baik atas launcingnya Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dari PT. Bank Riau Kepri. Dengan adanya prodak baru dan program ini bisa benar-benar jadi manfaat baik bagi nasabahnya dari golongan pelajar. Tak hanya itu, dengan adanya program ini tentunya bisa memberikan pemahaman tentang menabung sejak dini.

"Saya harapkan program ini bisa berjalan maksimal dan bisa menumbuh semangatkan anak usia dini hingga pelajar dewasan meningkatkan kecintaannya untuk menabung. Saya juga minta kepada ribuan peserta didik dari berbagai sekolah yang ada di Kota Dumai yang hadir ini untuk rajin-rajin menabung. Semakin kita rajin menabung, semakin banyak uang kita dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan dalam melanjutkan sekolah hingga setinggi-tingginya," ucapnya mengakhiri.

Turut Hadir dalam launcing Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) PT. Bank Riau Kepri di Kota Dumai tersebut, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Plt Walikota Dumai Arlizman Agus, Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, Kepala OJK Perwakilan Riau, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi, Kodim Dumai, Kapolres Dumai, Danlanal Dumai, serta tokoh masyarakat dan Kepala Dinas Pendidikan beserta masing-masing kepala sekolah di Kota Dumai. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar