• Home
  • Ekbis
  • Harga Komoditi Turun, Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Rohul Lambat

Harga Komoditi Turun, Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Rohul Lambat

Senin, 08 Februari 2016 17:40 WIB
ROKAN HULU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengakui dampak komiditi di Indonesia turun sebabkan ekonomi di Rohul melambat.

Itu disampaikan ‎Kepala BPS Rohul, Budi, dan disebutkannya bahwa pertumbuhan ekonomi di Rohul tahun 2015 belum bisa dipast‎ikan statistiknya, karena pihaknya masih data distribusi persentase produk domestik regional bruto Migas dan tanpa Migas Rohul, atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha.

"Dimana pertumbuhan ekonomi di 2015 belum didata, karena semua sektor kita data seperti pertanian, industri, perdagangan,angkutan, pertambangan, perkebunan, dan banyak lagi," jelas Budi, beberapa hari lalu.

Sebut Budi lagi, tahun ‎2014, pertumbuhan ekonomi Rohul capai 6,57 persen meningkat dari tahun 2013, capai 6,44 persen, hal itu disebabkan adanya kenaikan harga dari komiditi TBS Sawit dan karet.

"Di tahun 2014, sedikit naik dibandingkan tahun 2013, hal itu dipengaruhi kenaikan dari harga komiditi," katanya.
 
Budi juga akui, bahwa angka kemiskinan di Rohul tahun 2015 belum diketahui, namun tahun 2014 angka kemiskinan di Rohul menurun sekitar 10,13 persen dengan jumlah warga miskin capai 58.290 jiwa dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 10,86 persen.

"Guna mengetahui angka kemiskinan, kita memakai metode sampel, dengan mengacak sekitar 500 rumah tangga‎, dengan melihat kalori yang dimakan sekira  2500 kkal. Menentukan kemiskinan itu dalam sehari bisa sekali atau dua kali makan‎," ucapnya.

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar