• Home
  • Kesehatan
  • Wabah Malaria di Dusun Sungai Bungo Rohul Masuk KLB‎

Wabah Malaria di Dusun Sungai Bungo Rohul Masuk KLB‎

Senin, 10 Juli 2017 19:41 WIB
Wabah malaria di Dusun Sungai Bungo, Rohul, sudah masuk kategori kejadian luar biasa. Puluhan warga telah terjangkit penyakit itu.
ROKAN HULU - Wabah penyakit malaria yang menyerang puluhan warga Dusun Sungai Bungo, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

‎ ‎Penyakit malaria yang menyerang puluhan warga Dusun Sungai Bungo sejak satu pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H lalu telah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul saat ini.

‎  Pada Senin (10/7/17) pagi, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau dan Dinkes Rohul turun memberikan pengobatan gratis ke Dusun Sungai Bungo. Dinkes Riau juga distribusikan bantuan kelambu khusus ke warga Dusun Sungai Bungo.‎‎

‎ Kasi Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Dinkes Riau M. Yamin SKM, turun ke Sungai Bungo didampingi Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Rohul dr. Bambang Trioyono, Kepala Pukesmas Rambah dr. Finaldi Nasir, ‎Sekcam Rambah Elpitren Saputra.‎

‎ Hadir juga Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, Kadus Sungai Bungo Irwan Hasibuan, termasuk Babinkamtibmas Polsek Rambah Brigadir Jupendry dan dua petugas Polri lainnya, petugas kesehatan Pukesmas Rambah, turun langsung ‎mengambil sampel darah ke 150 warga Dusun Sungai Bungo.‎

‎ Hasil pengobatan dilakukan Puskesmas Rambah bersama Polres Rohul sebelumnya, empat dari 72 warga Sungai Bungo dinyatakan positif mengidap penyakit malaria, dampak ‎gigitan nyamuk Anoveles atau ‎Plasmodium Vivax Malaria.‎

‎ Petugas Dinkes Riau dan petugas Dinkes Rohul turun langsung melihat dan mengambil sampel darah, untuk mengetahui penyebab sumber penyebab wabah malaria yang menyerang warga Sungai Bungo.‎

‎ Sample akan dibawa ke laboraturium Provinsi Riau, memastikan penyakit yang menyerang masyarakat.‎‎ Sedangkan petugas Dinkes Rohul melakukan penyuluhan dan pengobatan melibatkan Puskesmas Rambah.‎

‎ Kepala Diskes Rohul drg. Grifino,‎ melalui Kabid P2P Dinkes Rohul dr. Bambang Trioyono mengakui dinasnya sudah melakukan penyelidikan efidimiologi (pe).‎

‎ Bambang mengaku sejauh ini petugas sudah melakukan tindakan, seperti fogging, pengobatan massal, pemberian obat, dan menurunkan juru pemantau jentik (Jumatik).‎

‎ Bambang mengaku eliminasi malaria sudah dilakukan Dinkes Rohul pada 2013, dan Sungai Bungo bukan ‎daerah endemis penyakit malaria.‎

‎ Ia mengindikasi jentik nyamuk berkembang di tempat penampungan getah karet yang sudah terpakai, namun dibiarkan begitu saja di kebun warga.‎‎

‎ Mensikapi respon, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay,‎ mengucapkan terima kasih ke pihak Dinkes Riau, Dinkes Rohul, Polres Rohul, dan Puskesmas Rambah sudah peduli dengan warganya di Dusun Sungai Bungo.‎

‎ "Adanya respon cepat tersebut, kini masyarakat yang terserang malaria sembuh diobati. Apalagi sampai menurunkan petugas Dinkes Riau ke Dusun Sungai Bungo," jelas Yuherman.‎‎

‎ “Kita akan terus berkomunikasi dengan Dinkes dan Pukesmas Rambah. Rencana langkah berikutnya dilakukan sosialisasi ke masyarakat,"‎ tambahnya.

Yuherman mengaku adanya wabah penyakit malaria di Dusun Sungai Bungo, Pemerintah Desa Sialang Jaya akan menggerakan warga untuk‎ membersihkan lingkungan, terutama kaleng-kaleng bekas, dan tempat penanmpungan air, penampungan karet, tempurung tempat karet, ban bekas, dan lainnya.‎‎

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar