• Home
  • Ekbis
  • Investor Malaysia Tawarkan Konsep Rumah Sejuk ke Pemkab Kampar

Investor Malaysia Tawarkan Konsep Rumah Sejuk ke Pemkab Kampar

Kamis, 03 Oktober 2013 21:01 WIB

KAMPAR, RIAUHEADLINE.COM- Kamis (4/10/13) siang, Pemkab Kampar kedatangan investor dari negeri jiran Malaysia. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer & Direktor PU Profile SDN BHD, Mckinley Soon ini menyodorkan teknologi baru bangunan rumah yang tahan lama dengan modal murah. 

Hiasan bangunan dan taman yang unik dan cantik melengkapi presentase lelaki ini di depan Bupati Kampar Jefry Noer dan sejumlah kepala satuan kerja yang hadir di lantai II kantor Bupati Kampat itu. “Kami berencana akan membangun pabrik bahan-bahan ini di Kampar,” ujar Soon usai presentase. 

Cerita Soon bangun rumah berteknologi polyurethane (PU) yang dia boyong ke Kampar itu lebih adem dibanding rumah biasa. Suhu dalam rumah lebih rendah antara 8-12 derajat selsius. “Rumah ini bisa menghemat energi hingga 30 persen. Terus anti karat dan yang jelas green product,” katanya. 

Untuk rumah ukuran 6x6 meter, duit yang dibutuhkan hanya sekitar USD 5000 atau setara dengan Rp 45 juta (kurs Rp 9000). “Membangun rumah ini hingga layak huni juga tak lama. Kurang dari dua minggu. Jika konstruksi rumah dicampur dengan semen foam, maka akan tahan 50 tahun,” ujarnya. 

Dua pekan lalu kata Soon dia ketemu dengan Jefry di Malaysia. Cerita punya cerita, Soon yang mendengar bahwa Kampar punya penduduk sekitar 800 ribu jiwa dan Pekanbaru yang berjarak sekitar 60 kilometer dari kampar punya pendudukk sekitar 1 juta lebih, membikin Soon tertarik. “Ini berarti, pasar sudah ada dan tenaga kerja murah. Apa salahnya kami membangun usaha di sini. Sekalian alih teknologi,” ujar Soon. “Kami akan segera lebih kerucutkan kesepahaman. Kalau tak ada halangan, untuk membangun pabrik di sini, duit sekitar USD 300 ribu akan dikucurkan,” ujarnya. 

Kampar yang lagi gencarnya menzerokan rumah-rumah kumuh tentu tak mensia-siakan kesempatan emas ini. Sebab itu tadi, selain harganya murah, teknologi bangunan rumah ini juga bagus dan tidak rumit. 

“Kami akan permudah segala bentuk perizinan. Dan kami juga akan bantu pasarnya. Teknologi semacam ini baru ada di Malaysia. Kalau mereka membikin pabrik di sini, selain kita dapat teknologi baru, penyerapan tenaga kerja juga akan ada,” kata Jefry.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar