Jelang Ramadan Harga Kebutuhan Mulai Naik di Pekanbaru
Senin, 23 Mei 2016 10:29 WIB
PEKANBARU - Sejumlah warga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengeluhkan karena sejumlah harga bahan makanan pokok mulai melonjak naik terutama dijual para pedangang di pasar tradisional dua pekan jelang bulan puasa Ramadan tahun ini.
"Danging sapi hari ini seharga Rp120.000, sementara biasanya dijual Rp110.000 per kilogram. Ayam potong Rp25.000, harga normal dikisaran Rp22.000 sampai Rp23.000 per kilogram," ujar Uni Asih (47), warga di Jalan Soebrantas, Pekanbaru, Ahad.
Ia jelaskan, belum lagi dengan harga komoditas lain seperti telur ayam ras, sudah dalam sekitar sepekan terakhir untuk satu papan per 30 butir dijual pedangang Rp36.000 dari sebelumnya seharga Rp32.000.
Padahal, menurutnya, pasokan untuk stok kebutuhan telur di Pekanbaru sebagian besar didatangkan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara belum pernah mengalami kekurangan alias selalu tersedia.
"Kalau menurut saya, sudah jelas ada permainan pelaku terutama spekulan karena dua pekan lagi kita kan mau puasa. Biasa lah, permasalahan klasik (kenaikan harga) seperti ini selalu terjadi jelang dan saat puasa," ungkap dia.
Luzi (35), warga Pekanbaru lainnya mengatakan sudah menjadi rahasia umum berbagai harga kebutuhan pokok masyarakat jelang semakin mendekati bulan puasa Ramadan dan terjadi di Indonesia, maka cenderung semakin tinggi.
Terutama terhadap lima komoditas pangan strategis yang selalu mengalami kenaikan harga seperti daging sapi, ayam potong, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
"Kalau hari ini cabai merah berasal dari Sumatera Barat dipatok Rp24.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp19.000 sampai Rp21.000 per kilogram karena puasa masih dua pekan lagi," terangnya.
Ali (35), salah satu pedagang telur ayam ras mengaku, untuk mendapatkan komoditas yang dijualnya tersebut, tidak terlalu sulit karena pasokan terutama ditingkat distributor atau agen selalu tersedia.
"Kita tak tau kenapa naik. Memang sebelumnya dijual dengan harga Rp32.000, sekarang jadi Rp36.000 per papan. Mungkin karena mau bulan puasa, jadi harga telur ikut naik," ucapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, Muhammad Firdaus pekan ini mengaku, persediaan atau stok terhadap berbagai bahan pokok masih mencukupi hingga memasuki bulan puasa, sehingga harga masih relatif stabil kecuali gula pasir.
Pihaknya berharap kepada pedangang distributor dan pedagang pengecer agar tidak memberatkan masyarakat, kalau memang harga berbagai kebutuhan pokok ikut naik.
"Saat ini, harga sembako terdapat kecenderungan naik di saat penyambutan bulan puasa. Mungkin ini sudah hukum dagangan, tapi hal ini jangan sempat dimanfaatkan," ucapnya.
"Perlu diingat, jangan sekali-kali menahan sembako yang berdampak kenaikan harga. Kita tidak segan-segan melakukan tindakan, jika bermain dengan kebutuhan masyarakat. Baik pedagang atau distributor, kita serahkan ke Polisi," tegas Firdaus.
(ant/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Wilmar Peduli, 1.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Sekitar Industri Dumai-Pelintung
-
Sosial
Apical Salurkan Ribuan Sembako untuk Masyarakat Dumai
-
Ekbis
Management Walkthrough & Safari Ramadhan Direksi Pertamina Drilling
-
Sosial
Penentuan Awal Ramadan 1446 H Akan Digelar 28 Februari 2025, Kemenag Siapkan Sidang Isbat
-
Sosial
Penentuan Awal Ramadan 1446 H Akan Digelar 28 Februari 2025, Kemenag Siapkan Sidang Isbat
-
Ekbis
Apical Dumai Serahkan Ribuan Paket Sembako ke Masyarakat Sekitar Perusahaan

