Menuju Kota Metropolitan, Pekanbaru Integrasikan Transportasi Massal
Jumat, 25 April 2014 15:44 WIB
PEKANBARU - Guna mendorong Ibu Kota Provinsi Riau menuju kota metropolitan, Pekanbaru menggandeng tiga kabupaten tetangga membangun konsolidasi di bidang angkutan umum yang terintegrasi.
Direktur Utama PD Pembangunan Pekanbaru Hari Susanto mengatakan, ketiga kabupaten tetangga tersebut adalah Kabupaten Siak, Kampar dan Pelalawan dengan julukan nantinya Sikawan.
"Integrasi transportasi itu diberi nama Pekan Sikawan singkatan dari keempat kabupaten/kota tersebut. Pembentukan Pekan Sikawan sudah dituangkan dalam bentuk kerjasama antar kepala daerah," katanya baru-baru ini.
Tujuannya sendiri, kata Hari, bagaimana kabupaten yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru bisa menjadi kawasan penyangga menuju Pekanbaru jadi kota metropolitan sebagaimana harapan bersama.
"Pekanbaru sejak 2009 sudah memiliki transportasi massal berupa Transmetro Pekanbaru (TMP). Angkutan umum berupa bus ini akan mulai dioperasikan untuk melayani penumpang dari dan ke kabupaten tetangga di sekitarnya," katanya.
Dengan dibentuknya Pekan Sikawan nantinya TMP akan diganti nama menjadi Trans Pekan Sikawan. Saat ini ada 50 bus TMP yang beroperasi di Kota Pekanbaru. Dijadwalkan, Kamis (24/4) diserahkan 25 bus tambahan lagi.
"Bus tersebut akan dioperasikan di koridor Rumbai yang baru dibangun sekaligus untuk penambahan kekurangan bus di koridor lama. Meski bus cukup nyaman bagi penumpang, waktu tunggu cukup lama antara 1 jam hingga 1,5 jam," ujarnya.
Penambahan 25 bus diharapkan mampu mengurangi lamanya waktu tunggu penumpang. Selain itu bus baru tersebut juga sebagian akan digunakan untuk jalur di kawasan Pekan Sikawan. Pertama kali akan dioperasikan di Kampar.
"Panjang jalurnya sekitar 20 km dari Kota Pekanbaru meliputi Kecamatan Siak Hulu dan Danau Bingkuang. Ditargetkan tahun depan semua koridor Trans Pekan Sikawan di kabupaten tetangga sudah mulai beroperasi," jelasnya.
Ditambahkan Hari, perencanaan awal di Pelalawan akan dioperasikan sampai kecamatan Seikijang sedangkan Siak sampai Perawang yang merupakan pusat industri di kabupaten tersebut.
“Kalau untuk Siak kami baru menyanggupi sampai Minas, sebab di Perawang konflik dengan pihak oplet sangat tinggi. Seandainya Pemkab Siak sanggup menjamin situasi terkendali kami siap mengoprasikan bus Trans Pekan Sikawan sampai Perawang,” kata Hari.
Bupati Kampar Jefry Noer berharap dengan adanya bus Trans Pekan Sikawan di wilayahnya mampu mengurangi tingginya tingkat kecelakaan. Dia berharap bus tersebut dapat beroperasi sampai Bangkinang yang merupakan kota kabupaten. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

