Pemkab Meranti Terkendala Anggaran Promosikan Produk Lokal
Senin, 15 Februari 2016 08:58 WIB
MERANTI - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli, mengaku saat ini pihaknya masih terkendala dalam hal anggaran untuk memperluas jaringan bisnis produk khas daerah.
Meski begitu upaya ke arah promosi itu masih akan tetap dilaksanakan jika anggaran daerah sudah cukup untuk membiayai.
"Kalau untuk pengembangan ke kota lain, seperti Pekanbaru dan Batam, kita masih terbatas anggaran. Ditambah lagi pemotongan dari pusat. Disperindag hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp 6 miliar tahun ini, termasuk anggaran untuk Dekranasda di dalamnya," kata Syamsuar, kemarin.
Dia menambahkan pada tahun 2014 lalu, pihaknya telah mencoba melakukan kesepakatan dengan pihak Angkasa Pura untuk membuka outlet produk khas Meranti di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Namun, rencana tersebut tidak bisa dilakukan mengingat biaya yang dikenakan oleh pihak bandara cukup tinggi.
"Mulai dari sewa, listrik, luas outlet mereka yang menentukan. Kemudian 10 persen dari keuntungan penjualan diperuntukkan bagi pihak bandara," ucapnya.
Dia mengatakan, tentunya semua biaya tersebut tidak bisa dibeban pada harga produk yang dijual. Karena harga produk yang mestinya murah akan jadi mahal sehingga menurunkan minat beli konsumen yang menjadi target promosi.
"Makanya upaya promosi untuk membuka outlet di luar daerah masih belum berjalan," ujar Kepala Disperindag Meranti itu.
Di Kota Selatpanjang sendiri telah ada dua tempat yang menjual berbagai produk khas Kepulauan Meranti, mulai dari kopi luwak, kopi liberika, kerupuk udang, berbagai makanan turunan sagu, dan banyak lagi.
Cabang usaha yang berada di Terminal Tanjungharapan Selatpanjang dan di Jalan Diponegoro Selarpanjang itu merupakan program Disperindag yang kemudian diserahkan pengelolaannya pada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepulauan Meranti.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanaman Modal, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kepulauan Meranti, Afrizal Dharma, mengatakan produk khas daerah berjuluk Kota Sagu ini sangat diminati saat ditampilkan dalam berbagai expo baik tingkat nasional maupun internasional.
Namun sayangnya produk-produk itu tidak bisa dengan mudah didapatkan di tempat lain, sehingga keberadaan outlet produk khas di luar daerah sangat dibutuhkan. "Lebih bagus tentunya jika ada outlet produk-produk itu di Batam ataupun Pekanbaru," ucapnya.
(rdk/fan/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

