Pertamina Targetkan Rasio Cadangan Migas Tumbuh 200-400 Persen
Minggu, 21 Agustus 2016 15:53 WIB
JAKARTA - PT Pertamina memproyeksikan rasio cadangan migas tumbuh 200â€"400 persen per tahun. Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Ketua Tim Tata Kelola (Tranformasi) Upstream Pertamina Bambang Manumayoso mengatakan, penurunan produksi alamiah dan anjloknya harga minyak dunia menjadi tantangan terbesar perseroan saat ini.
Karena itu, kata Bambang, berbagai upaya dilakukan, tidak hanya bisa bertahan saat ini, namun juga bagaimana tetap bisa tumbuh ke depannya.
“Hal ini dilakukan karena Pertamina merupakan kepanjangan tangan pemerintah yang harus mengamankan energi nasional,” ujar Bambang dalam siaran persnya.
Adapun, upaya yang dilakukan Pertamina saat ini adalah dengan menahan penurunan produksi dengan menggunakan teknologi tepat guna.
Selain itu, Pertamina juga harus terus melakukan eksplorasi untuk menggantikan maupun menambah cadangan yang sudah diproduksikan.
“Strategi hulu Pertamina yaitu bagaimana caranya produksi dan cadangan rasio migas harus bisa naik, sehingga reserves yang sudah diproduksikan bisa digantikan dengan reserves baru yang lebih tinggi,” kata Bambang.
Pertamina memproyeksikan pertumbuhan produksi migas delapan persen per tahun sepanjang 2015-2030.
Pada periode 2010-2015, performance produksi migas perseroan rata-rata tumbuh enam persen per tahun dengan cadangan migas rata-rata meningkat 4,4 persen per tahun.
Sumber: Pojok Satu
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
SEBARAN 4.0, Perwira Kilang Pertamina Dumai Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran
-
Ekbis
Management Walkthrough & Safari Ramadhan Direksi Pertamina Drilling
-
Ekbis
Bulan K3 2025, Kilang Dumai Komitmen Keselamatan Kerja dan Keberlanjutan Lingkungan
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Nasional
Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Blok Rokan
-
Ekbis
Usai Isi Biosolar, 23 Mobil Mitsubishi Pajero Mati Mendadak di Dumai

