• Home
  • Hukrim
  • Kapolda Riau Bergabung dengan Umat Islam Tuntut Kapolri Tangkap Ahok

Kapolda Riau Bergabung dengan Umat Islam Tuntut Kapolri Tangkap Ahok

Jumat, 04 November 2016 17:58 WIB
Ribuan umat Islam di Riau turun ke jalan. Kapolda Riau Brigjend Pol Zulkarnain tampak berbaur dengan demonstran, menuntut Kapolri menangkap Ahok.
PEKANBARU - Usai melaksanakan sholat Jumat, ribuan massa dari umat Islam di Pekanbaru menggelar aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama (Ahok) ditangkap diproses secara hukum.

Massa pendemo yang terdiri dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sejumlah Badan Ekekutif Mahasiswa (BEM) meminta keadilan kepada pemerintah dan penegak hukum untuk menghukum Ahok.

Kapolda Riau Brigjend Pol Zulkarnain hadir sedari awal saat aksi longmarc pertama digelar yang dimulai dari Mesjid An-Nur, kemudian dilanjutkan ke Jalan Diponegoro, Gajah Mada serta memusatkan aksi di bundaran Tugu Zapin di depan Kantor Gubernur Riau, turut bergabung bersama massa.

Dihadapan Kapolda, umat Islam meminta agar Ahok bukan hanya diproses. Tetapi lebih dari itu, itu, ditangkap lalu dipenjarakan.

Kapolri menurut pendemo tak boleh memberi ‘angin’ sedikit pun kepada siapa saja yang berbuat melecehkan agama, sekalipun dia pejabat.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan pendemo, yakni mendukung MUI Pusat menegaskan bahwa Ahok telah menistakan Agama.

Kemudian mendesak penegak hukum dalam hal ini Kapolri menangkap Ahok serta menyerukan kepada umat Islam bersatu melawan kepemimpinan Ahok yang telah menghina jutaan umat Islam, karena telah melecehkan kitab Al Quran.

Aksi yang dimulai Sholat Jumat ini berakhir sebelum pukul 15.00 WIB. Tidak ada aksi anarkis seperti halnya yang dikhawatirkan pemerintah selama ini.

Ratusan aparata gabungan TNI, Kepolisian, Satpol PP termasuk Dinas Perhubungan pun praktis hanya melakukan pemantauan saja.

Tidak ada pengamanan ketat, apalagi menurunkan pasukan anti huru hara. Mobil water cannon dan baraccuda juga dibiarkan menggaggur di halaman Kantor Gubernur Riau.

Kapolda Berterimakasih kepada Ormas Islam Riau

Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain menyampaikan ucapan terimakasih kepada sekira 2000 demonstran dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kemahasiswaan Islam, yang telah menyampaikan aspirasi secara aman dan damai.

Pernyataan itu disampaikan orang nomor satu di lingkungan Polda Riau di sela sela terjun langsung dan berbaur dengan pengunjukrasa mengawal aksi demonstrasi terkait dugaan tindakan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jumat (4/11/16).

Zulkarnain sendiri ikut berbaur sejak Sholat Jumat di Masjid Raya Annur Pekanbaru dan ikut berjalan kaki (long march) dengan pengunjukrasa menuju kantornya.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada saudara-saudara ku yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai serta berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi atau tuntutan para pengunjukrasa yang tertuang dalam Petisi Ormas Islam Riau, Kapolda Zulkarnain berjanji segera menyampaikan langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Hari ini juga kami akan sampaikan langsung Petisi ini kepada Bapak Kapolri,” tuturnya.

Petisi Ormas Islam itu antara lain mendukung sikap MUI Pusat yang secara tegas menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama Islam dan penghinaan ulama.

Lalu mendesak aparat hukum agar menangkap dan mengadili Ahok yang telah penistaan Alquran, menghina ulama. Massa pengunjukrasa menyerukan kepada umat Islam untuk rapatkan barisan menegakkan Ukhuwah Islamiah.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags AhokDemo
Komentar