• Home
  • Hukrim
  • Kapolresta Pekanbaru Bakal Tindak Tegas Anggotanya

Pukul Mahasiswa di Dalam Musholla

Kapolresta Pekanbaru Bakal Tindak Tegas Anggotanya

Rabu, 26 November 2014 20:29 WIB
PEKANBARU : Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto geram dengan perilaku sejumlah personelnya yang menyerbu mahasiswa pendemo saat berada di Musholla Assyakirin, komplek RRI Pekanbaru, Selasa (25/11/14) kemarin. 

Atas peristiawa itu, Kapolresta Pekanbaru berjanji akan meninak tegas anggotanya yang melakukan pemukulan itu. "Saya sudah lihat poto pemukulan itu. Itu bisa jadi barang bukti. Nanti, akan saya minta potonya. Saya akan tindak tegas yang memukul itu," ucapnya, Rabu (26/11/14). 

Ia mengakui memang pemukulan itu karena anggotanya terpancing. Namun, ia meluruskan bahwa pemukulan memang hal yang paling dihindari. "Mungkin dia (oknum-red) terpancing. Tetapi tidak bisa juga begitu. Saya geram, jadinya," komentarnya. 

Kapolresta mengatakan, saat itu, pihaknya tidak memberi izin aksi demo tersebut, sehingga polisi terpaksa membubarkan aksinya. "Demo mereka tidak berizin. Makanya, kita bubar secara paksa," sambungnya. 

Sebagai data tambahan, dalam demo menolak kenaikan harga BBM di RRI Pekanbaru kemarin sore. Puluhan mahasiswa terluka akibat tindakan represif polisi yang membubarkan paksa demo tersebut. 

Tindak brutal polisi juga dilakukan terhadap beberapa mahasiswa yang sedang dan usai sholat di Musholla Assyakirin RRI. Dalam aksi brutalnya tersebut, polisi menerobos masuk ke dalam tempat suci tersebut lengkap dengan sepatu botnya. 

Tindakan aparat tak sekedar menyebabkan mahasiswa terluka, tapi juga menyebabkan lemari kecil tempat menyimpan sajadah dan Al Qur'an rusak. Isinya berserakan di lantai musholla, termasuk Al Qur'an.

Atas kebrutalan tersebut, sejumlah pihak melontarkan kecaman. Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau yang menilai tindakan polisi sebagai penistaan agama.

(gem/gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar