• Home
  • Hukrim
  • Keluarga Tahu Pencekalan Sekda Dumai Muhammad Nasir dari Media

Keluarga Tahu Pencekalan Sekda Dumai Muhammad Nasir dari Media

Hadi Pramono Selasa, 08 Agustus 2017 17:40 WIB
Walikota Dumai Zulkifli AS melantik Muhammad Nasir sebagai Sekretaris Daerah Kota Dumai. Prosesi pelantikan dipusatkan di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh Kecamatan Dumai Timur. (Toy@riauheadline.com)
BENGKALIS - Pihak Keluarga Muhammad Nasir, Mantan Kepala Dinas PU Bengkalis mengakui tidak mengetahui di cekal keberangkatannya saat menunaikan haji di Embarkasi Haji Batam, Kepulauan Riau.

Informasi pencekalan tersebut baru di ketahui melalui pemberitaan beberapa media. "Kami tidak dapat kabar kalau dia dicekal. Baru taunya saat membaca beberapa koran," ungkap Bakhtiar Sepupu Muhammad Nasir, Selasa (8/8/17) pagi.

Bakhtiar enggan bercerita banyak, sepengetahuan dia Muhammad Nasir di mata keluarga dinilai baik. Setiap datang ke kota Bengkalis pasti singgah ke rumah mereka untuk bersilahturahmi.

"Kalau ke Bengkalis memang sering kita bertemu. Namun belakangan ini sudah jarang ke Bengkalis," ungkapnya seperti dikutip dari Tribun.

Terkait kasus yang menjeratnya ini Bakhtiar tidak mengetahui pasti. "Kalau itu kami tidak tau, saat pencekalan di Batam saja tau dari media," tandasnya. 

Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Muhammad Nasir batal berangkat ke Baitullah tahun ini. Padahal, dirinya bersama istri siap sudah berangkat haji lewat Embarkasi Batam, Sabtu (5/8/2017) lalu.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis ini berangkat ke tanah suci bersama Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Batam.

Tapi sayang, dokumen paspor milik Nasir diduga kuat terkena cegah tangkal atau cekal Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apa kasus yang menjerat Nasir hingga dicekal KPK? Menurut informasi, Nasir diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis.

Sebab, Nasir baru dilantik menjadi Sekda Dumai pada 10 Februari 2017 lalu oleh Walikota Dumai Zulkifli AS.

Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir gagal berangkat melaksanakan ibadah haji. Padahal dirinya bersama istri sudah berangkat ke Embarkasi Batam, Jum'at (4/8/2017) kemarin.

Pencekalan terhadap Muhammad Nasir diduga kuat dilakukan pihak Imigrasi atas permintaan Komisi Pememberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya baru-baru ini informasi beredar pihak KPK telah meningkatkan status penyelidikan pembangunan tahun jamak jalan lingkar Pulau Rupat menjadi Penyidikan.  

Nilai proyek tersebut sebesar mencapai angka Rp 2,4 triliun dengan anggaran  melalui APBN.  Ini daftar proyek-proyek yang diduga menjerat Sekda Kota Dumai, Muhammad Nasir.

1.  Jalan Lingkar Pulau Bengkalis dengan nilai Rp 430 miliar dikerjakan BUMN PT. Wijaya Karya.

2. Jalan Lingkar Pulau Rupat dilaksanakan oleh PT. Mawatindo dengan anggaran Rp 528 miliar.

3. Jalan Poros Bukit Batu-Siak Kecil Rp 378 miliar perusahaan pelaksana kegiatan adalah PT. Artha Niaga. 

4. Jalan Lingkar Duri Barat Rp 369 miliar dikerjakan PT. Widya Sapta Colas

5. Jalan Lingkar Duri Timur dilaksanakan PT. Nindya Karya Rp 235 miliar.

Pengerjaan proyek tersebut diklaim pihak PU Bengkalis saat itu rampung merealisasikan pekerjaan  pembangunan tahun jamak tersebut senilai Rp 1 triliun. 

(tpc/rdk)

Tags KPKKorupsiSekda Dumai
Komentar