Kontras Sebut 30 Polisi Diduga Terlibat Meranti Berdarah
Jumat, 30 September 2016 13:43 WIB
PEKANBARU - Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasa (Kontras) Haris Azhar didampingi sejumlah aktivis lokal mendatangi Polda Riau, Jumat (30/9/16).
Hanya saja, keinginan menemui Kapolda Riau Brigjen Pol Supariyanto tak kesampaian. Mereka hanya ditemui Direktur Direskrimum Kombes Pol Surawan.
Pertemuan Kontras bersama aktivis Riau dengan Surawan berlangsung tertutup sekitar satu jam. Setelah itu, Haris memaparkan tujuan kedatangannya ke Mapolda Riau.
Ia menyebut kalau sedang menyampaikan keluhan terkait penyidikan kasus rusuh Selatpanjang yang lebih dikenal dengan sebutan tragedi “Meranti Berdarah”.
“Kami menyampaikan kekecewaan terhadap perkembangan penyidikan kasus Meranti berdarah,” tuturnya pada wartawan.
Dijelaskan Haris, ada beberapa keluhan yang disampaikan pada Polda. Pertama terkait dengan rekontruksi yang digelar di Pekanbaru.
Padahal, mestinya dilakukan di Selat Panjang, di lokasi tindak penganiayaan berat yang menjadi sebab tewaskan Apri Adi Pratama alias Adi (24), honorer Dinas Pendapatan Daerah Meranti yang kemudian menjadi pemicu terjadinya rusuh.
“Kalau alasannya keamanan, saya mlihat tidak tepat. Karena saya baru pulang dari Selatpanjang dan mendapati situasi di sana sangat kondusif,” keluhnya.
Kemudian juga dikeluhkan pemberian uang sagu hari Rp25 juta untuk masing-masing keluar korban kerusuhan, yakni Adi dan warga yang tertembak saat warga menyerbu Mapolres Meranti. Pemberian uang tersebut menurut Haris bisa mengaburkan proses penyidikan.
Ketiga, juga dikeluhkan mengeni minimnya polisi yang menjadi tersangka. Sampai saat ini Polda Riau hanya menetapkan 4 personil Polres Meranti jadi tersangka kematian Adi. Padahal, berdasarkan hasil investigasi Kontras di Selatpanjang, ada sekitar 30 polisi yang diduga terlibat.
“Kenapa hanya empat polisi yang dijadikan tersangka. Padahal, temuan kami di lapangan menyebutkan ada sekitar 30 polisi terlibat,” tuturnya.
Ke depan Haris mengharapkan Polda Riau lebih transparan dalam melakukan penyidikan kasus Meranti Berdarah.
Sementara itu belum ada tanggapan apapun dari pihak Polda Riau terkait kelihan Kontrak dan informasi hasil investasi Kontras yang menyebut ada sekitar 30 personil polisi diduga terlibat dalam kasus "Mernati Berdarah."
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
KontraS Sebut Polisi Penyiksa Warga Paling Kejam Ketimbang TNI
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Nasional
KontraS Protes Perppu Ormas Mengancam Hak Asasi Manusia
-
Hukrim
Polisi Tangkap Tahanan Kabur saat Jualan Narkoba di Duri
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal
-
Hukrim
Polda Riau Tangkap Buruh Bulog saat Transaksi 15 Kilogram Daun Ganja

