Masyarakat Dumai Menilai Pipa Gas Bumi PGN Jadi Bom Waktu
Sabtu, 18 Maret 2017 20:39 WIB
DUMAI - Pipa gas bumi milik perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk skala besar sebagian besar tertanam dihalaman rumah penduduk. Pipa gas itu dinilai masyarakat menjadi bom waktu untuk membunuhnya.
Tak hanya itu, kehadiran pipa gas bumi untuk mencukupi kebutuhan perusahaan industri di Kota Dumai ini, diduga menjadi biang masalah bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam kondisi aman dan terkendali.
Hadirnya pipa gas PGN ini spontan menarik reaksi keras masyarakat. Selama beberapa hari ini publik disuguhi pemberitaan penolakan pemasangan pipa gas bumi milik PGN yang dikerjakan oleh sukon PT Tegma Engineering.
Pengamat kontruksi Dedi Rusdi mengatakan bisnis gas bumi sangat bagus untuk mendukung operasional perusahaan industri. Mengingat Kota Dumai merupakan daerah setrategis dan terdapat banyak perusahaan industri.
Penegasan ini disampaikan perihal gaduh penolakan pemasang pipa gas bumi PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk sepanjang 132,8 kilometer mulai dari Duri hingga Kota Dumai.
"Masyarakat tidak pernah menghalangi investasi masuk ke daerah ini selagi mengikuti regulasinya. Proyek pipa gas PGN sudah keluar dari perencanaan awal, sesuai peta jalur pipa melalui pesisir pantai tidak masuk pemukiman masyarakat," katanya.
Menurut Rusdi, walaupun pihak PGN mengeluarkan asuransi untuk memperbaiki kerusakan aset daerah, masyarakat belum tentu dapat menerima. Ada aturan mengatur jarak objek vital dengan pemukiman masyarakat dan itu sudah diatur undang-udangan.
"Jadi nilai asuransi Rp8 miliar itu belum tentu cukup untuk kerusakan aset milik Pemko Dumai. Selain itu masyarakat hanya membutuhkan kenyamanan bukan di hantui oleh bom waktu terhadap pipa gas tersebut," jelasnya.
Di sisi lain, Yuni, ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, mengungkapkan kekecewaanya atas pemasangan pipa gas bumi tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari PGN.
"Halaman rumah saya itu di gali seenaknya saja tanpa koordinasi terlebih dahulu. Kenapa perusahaan Negara menjalankan bisnisnya seperti ini. Apakah mereka menganggap kami ini sebagai tunggul," jelasnya.
Dia menduga perusahaan pelat merah ini menjalankan usahannya ada kesan kurang bagus. Sebab, jika mereka memiliki itikat baik dan benar-benar bisnis ramah lingkungan, kenapa mengeruk tanah masyarakat tanpa permisi dulu.
"Saya menduga proyek ini ada pesan sponsor perusahaan. Tanpa memikirkan masyarakat mereka sesuka hatinya memasang pipa gas agar tercapai targetnya. Kami ini lah yang mereka korbankan demi kepentingan bisnis," pungkasnya.
Sedangkan Manager Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk Area Pekanbaru, Arif Nurachman mengatakan, untuk jaminan pelaksanaan terhadap kerusakan aset daerah sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyiapkan dana Rp8 miliar.
"Kami sudah menanam pipa penyalur bawah tanah sepanjang empat kilometer, dan jika ada aset daerah rusak akibat pekerjaan maka akan diganti," kata Arif saat Gathering Media di Dumai, kemarin.
Lanjutnya, PGN juga siap membayar ganti rugi lahan masyarakat terdampak proyek pemasangan pipa tersebut. Namun sejauh ini dipastikan tidak ada tanah warga terkena.
"Proyek penanaman pipa gas bumi Duri-Dumai sepanjang 132,8 kilometer berjalan lancar kondusif, PGN meminta semua pihak agar ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan ada kerusakan atau dampak lain," pinta Arif.
Tambahnya, penyediaan gas bumi ini nantinya akan bermanfaat memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan untuk industri, rumah tangga, transportasi, sekaligus alternatif energi serta menarik minat investasi masuk ke daerah.
PGN mengklaim sudah melengkapi izin sebelum memulai pekerjaan, diantaranya izin prinsip dari pemerintah pusat dan provinsi serta kota, termasuk dampak lingkungan.
"Proyek ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2018, karena itu diharapkan kerja sama semua pihak demi lancarnya pekerjaan pemasangan pipa gas bumi ini," tutupnya.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Satgas Nataru 2021 PGN Jaga Pasokan Gas Bumi Aman Selama Nataru 2022
-
Ekbis
Dukung Satgas RAFI 2021, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi
-
Ekbis
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG
-
Ekbis
Perkuat Peran Subholding Gas, PGN Luncurkan Sapta Program Gasifikasi Nasional
-
Ekbis
PGN Siapkan Skenario New Normal Pengelolaan Layanan Gas Bumi
-
Ekbis
PGN dan Pertamina EP Teken Surat Perjanjian Penyesuaian Harga Gas Bumi Hulu

