• Home
  • Hukrim
  • Menyoal Kerumunan, Warga Laporkan Asia Heritage Pekanbaru ke Polda Riau

Menyoal Kerumunan, Warga Laporkan Asia Heritage Pekanbaru ke Polda Riau

Riauterkini.com Selasa, 18 Mei 2021 21:56 WIB
PEKANBARU - Tempat wisata Asia Heritage yang beroperasi di Muara Fajar Pekanbaru beberapa hari belakangan hangat menjadi perbincangan masyarakat. 

Pasalnya di situasi wabah covid-19 sedang melonjak, tempat wisata tersebut justru padat didatangi masyarakat untuk berwisata pada moment libur lebaran kemarin.

Menyikapi hal tersebut, Suroto yang merupakan warga Pekanbaru adukan peristiwa tersebut ke Polda Riau, Senin (17/05/21) kemarin. Tak tanggung-tanggung Suroto laporkan ke Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Riau.

Laporannya ini, kata Suroto lantaran kekhawatirannya akan dampak kerumunan yang menjadi salah satu meluasnya penyebaran covid-19 di Pekanbaru, Riau.

"Mereka diduga melanggar protokol kesehatan. Kerumunan sangat berpotensi memperluas penyebaran covid-19," terangnya Selasa (18/05/21).

Lanjutnya, Ia sangat menyayangkan dimana tempat wisata itu justru buka di situasi Pekanbaru masuk dalam zona merah penyebaran virus yang pertama kali mewabah di Wuhan China itu.

"Kita berharap Polda Riau segera menindaklanjuti laporannya dengan melakukan penyelidikan/penyidikan secara profesional sehingga pihak - pihak yang menyebabkan dan membiarkan terjadinya kerumunan tersebut dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membenarkan adanya laporan tersebut. "Ada, surat pengaduan masyarakat dari atas nama Suroto," katanya.

Narto menambahkan, pihaknya akan menanggapi aduan tersebut. Dikatakannya pihaknya akan mencermati dan mempelajari dahulu pengaduan tersebut.

Senada dengan itu, Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi menyatakan pihaknya akan melakukan pendalaman terkait laporan tersebut. "Nanti akan kita dalami," tuturnya.
Tags Asia HeritageAsia Heritage PekanbaruBerita Hari IniBerita TerbaruBerita TerkiniInfo TerkiniVirus CoronaVirus Covid19
Komentar