• Home
  • Hukrim
  • Motif Pembunuhan Bayu Santoso Secara Mutilasi Masih Misterius

Motif Pembunuhan Bayu Santoso Secara Mutilasi Masih Misterius

Rabu, 29 Maret 2017 11:56 WIB
DUMAI - Motif pembunuhan sadis terhadap Bayus Santoso di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, akhir pekan kemarin masih misterius.

Apa sebenarnya motif pelaku HE dengan beraninya menghabisi nyawa korbanya secara memotong-motong alias mutilasi lalu disimpan dalam koper besar dan dimasukkan ke dalam drum air tersebut.

Spontan kasus pembunuhan dengan cara di mutilasi itu membuat geger warga di Desa Tanjung Medang. Masyarakat banyak tak nyangka kampung halamannya menjadi tempat peristiwa mengerikan.

Ruko Biliar yang diketahui milik HE menjadi tempat peristiwa pembunuhan sadis Bayu Santoso. Isu beredar di masyarakat pembunuhan sadis terjadi lantaran ada unsur sakit hati antara pelaku dan korban.

Dalam peristiwa ini ada saksi mata melihat proses awal pembunuhan sadis terjadi. Bahkan secara tidak langsung saksi mata itulah yang menghubungi Bayu Santoso, untuk datang ke Ruko Biliar tersebut.

Berikut kronologis pembunuhan tersebut terjadi pada 24 Maret 2017. Saat itu, pelaku HE meminta Andrean alias Gondrong mengundang Bayu ke ruko tempat permainan biliar. Tempat itu dikelola HE.

Saat Bayu masuk ke ruko, HE langsung mengunci pintu dari dalam. Bayu disuruh duduk di kursi dekat meja biliar. Secara tiba-tiba, HE mengeluarkan dua pisau dan menikam Bayu dari belakang. Tikaman itu mengenai punggung korban. 

Melihat kejadian sadis tersebut, Andrean ketakutan dan langsung lari ke luar Ruko Biliar. Andrean langsung bersembunyi di hutan. Melihat kondisi sudah aman, saksi mata langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Rupat Utara. 

Sedangkan antara HE dan Bayu Santoso bukan warga asli Rupat Utara. Mereka berdua sama-sama pendatang. HE diketahui adalah warga asal Rupat Selatan dan Bayu Santoso berasal dari Kota Dumai.

Pelaku HE bekerja sebagai pengusaha tempat Biliar dan Bayu Santoso bekerja di dealer sepeda motor di Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. 

Korban mutilasi sendiri meninggalkan seorang istri yang diketahui namanya Tika. Perempuan yang dinikahi korban adalah warga Jalan Teratai, Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota.

Sejumlah wartawan, Rabu (29/3/17) langsung menelusuri rumah keluarga korban mutilasi di Kota Dumai. Begitu sampai di rumah mertua korban mutilasi, media ini tak banyak mendapat informasi seputar kejadian sadis itu.

Keluarga korban masih hening seolah tak iklas menantunya tewas dengan sadis. Begitu juga dengan istri Bayu Santoso. Hanya menangis ketika ditanya seputar keseharian suaminya di Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat Utara.

Sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan mertua Bayu Santoso, tak banyak memberikan informasi peristiwa sadis ini. Bahkan warga mengaku jarang melihat korban Bayu Santoso.

"Saya terkejut ada warga kami yang dibunuh secara mutilasi. Setelah ada pemasangan tenda untuk pelayat baru kami tahu," kata ibu dua anak ini yang enggan disebutkan namanya kepada media ini.

Hingga kini tim gabungan dari Polsek Rupat Utara, Satreskrim Polres Bengkalis dan anggota Jatanras Polda Riau masih memburu HE (31), terduga pelaku pembunuhan dan Mutilasi korban bernama Bayu Santoso.

Pelaku HR (31) dikabarkan sudah berada di luar Riau. Upaya pengejaran terus dilakukan aparat kepolisian kepada pelaku pemilik biliar di Kecamatan Rupat Utara. Demikian disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara.

"Kita sudah kerahkan seluruh jajaran untuk mengejar pelaku. Saya harapkan dukungan doa dari warga Kabupaten Bengkalis agar pelaku cepat tertangkap," kata Zulkarnaen Adinegara.

(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Mutilasi
Komentar