• Home
  • Hukrim
  • Pendemo Minta Presiden Jokowi Bawa Menkes Datang ke Riau Hirup Asap

Pendemo Minta Presiden Jokowi Bawa Menkes Datang ke Riau Hirup Asap

Jumat, 18 September 2015 13:04 WIB
PEKANBARU - Puluhan Mahasiswa Universitas Abdurrab yang menamakan diri (KM-A) berdemo mendesak Presiden RI Jokowi bawa Menteri Kesehatan Rina F Moeloek, merasakan bahaya kabut asap di Provinsi Riau, yang selama ini dihirup masyarakat. 

Demo yang dilakukan kalangan mahasiswa ini bentuk protes terhadap pernyataan Menteri Kesehatan Rina F Moeloek. Mereka menuntut agar Menteri Kesehatan Indonesia, Rina F Moeloek meminta maaf, terkait statemennya yang menyebut udara Riau tidak berbahaya.

Demo yang dilaksanakan, Jumat (18/9/15), di depan gerbang kantor Gubernur Riau, selain bergantian orasi, para pendemo juga membentangkan beberapa spanduk dan poster. Mereka juga menggambarkan kesengsaraan masyarakat Riau akibat kabut asap dengan aksi treatrikal.

Dalam orasinya, pendemo melontarkan tiga tuntutan. Yakni, meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk meminta maaf kepada masyarakat Riau. Tuntutan lainnya, mendesak Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Menkes agar datang ke Provinsi Riau. 

Aksi para pendemo ini tidak ada yang menerima, karena Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachmad, sedang memimpin rapat koordinasi bersama seluruh bupati dan walikota membahas Karhutla di Gedung Daerah. Tapi mahasiswa tetap menyuarkan kesengsaraan masyarakat Riau akibat kabut asap.

Disisi lain, tak hanya kantor Gubernur Riau yang jadi sasaran aksi demonstrasi terkait bencana asap, gelombang massa juga melakukan unjuk rasa di kediaman Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Jumat (17/9/2015).

Aksi massa ini dihimpun oleh aliansi Front Rakyat Riau Bebas Asap. Dalam orasinya, mereka menuntut 12 hal, yakni mendesak Gubernur Riau agar menuntaskan masalah kabut asap dan pembakaran lahan, segera cabut izin perusahaan, dan kembalikan tanah rakyat.

Tuntutan lainnya, meminta perusahaan berikan kompensasi kepada pegawai atau buruh yang diberhentikan, akibat izin perusahaan dicabut. "Lahan yang terbakar harus menjadi status Kuo, dan kita minta presiden Jokowi agar turun ke Riau segera," ungkap koordinator aksi Feri Siregar.

Pendemo juga meminta supaya pemerintah daerah mengevakuasi seluruh masyarakat Riau ke daerah bebas asap, meminta presiden membuat pernyataan, kalau tahun depan Riau bebas asap. "Jokowi harus bertanggung jawab terhadap persoalan kabut. Kami minta sediakan masker N95 dan vitamin," sambungnya.

Tuntutan berikutnya, mendesak pemerintah daerah agar menggratiskan cek kesehatan, sediakan posko steril asap di seluruh kecamatan, dan terakhir meminta Pemda ikut turun dalam aksi besar-besaran pada Senin nanti.

Aksi massa sengaja mengambil lokasi di kediaman Gubernur, karena di sini sedang dilangsungkan rapat yang informasinya masih membahas tentang kabut asap dan kebakaran lahan. Pendemo bahkan terlibat aksi saling dorong gerbang, karena tidak diperbolehkan masuk.

(rdk/grc/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags JokowiKarhutla
Komentar