Pengakuan Guru Cabul, Kemaluan Salah Satu Korban Alami Luka
Jumat, 20 Februari 2015 23:19 WIB
PEKANBARU - Pihak Polresta Pekanbaru terus melakukan pengembangan penyelidikan terkait pencabulan yang dilakukan NS (60) terhadap enam muridnya.
Dari hasil visum yang diterima dari RS Bhayangkara Polda Riau diketahui salah seorang dari enam korban tersebut mengalami luka dibagian kemaluannya.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Watratan saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2015) mengatakan, luka pada bagian sensitif salah satu korban itu diduga akibat di raba-raba oleh pelaku dengan jari tangannya.
"Pelaku sudah mengakui kalau dirinya pernah membawa salah satu korban ke sumur. saat di sumur itulah pelaku meraba-raba daerah sensitif korban dengan jari tangannya," ujar Kapolresta.
Dikatakan kapolresta, pihaknya akan terus mendalami kasus pencabulan tersebut karena kepada penyidik pelaku mengaku sudah melakukan perbuatan tak senonoh itu sejak lama dan tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya.
"Sejak kapan dimulainya pelaku tidak ingat lagi, namun pengakuannya sudah lama. jadi saya menghimbau kalau masih ada yang merasa anaknya menjadi korban pelaku untuk segera melaporkannya kepada kita," tutup Kapolresta.
Tidak Menduga NS Tega Berbuat Cabul
Warga Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai mengaku tak menduga atas kasus pencabulan terhadap 6 murid Madrasah Diniyah Alawiyah (MDA) Qurrota 'Ayun yang dilakukan oleh NS (60) yang tak lain adalah kepala sekolah madrasah tersebut.
Menurut salah satu tetangga dekat NS, Razali (65), mengungkapkan selama ini NS dikenal sebagai seorang pemuka masyarakat dan tokoh agama yang baik di daerah itu.
"Saya sudah kenal sama NS itu sudah puluhan tahun. Dan baru kali ini saya dengar dia melakukan pencabulan itu," kata Razali saat ditemui Riaupos.co di rumahnya.
Menurutnya, NS oleh warga sekitar termasuk orang yang disegani dan merupakan salah satu pemuka agama di daerah itu. Dirinya tak menduga NS akan berbuat tak senonoh terhadap muridnya.
"Dia sering menjadi imam di masjid, jadi khatib juga, sama warga sering dimintai pendapat. Jadi kami terkejut saat tahu kasusnya," ungkap Razali.
Sementara itu salah seorang majelis guru Madrasah Diniyah Alawiyah (MDA) Qurrota 'Ayun yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, proses belajar mengajar di MDA tersebut tetap berjalan seperti biasanya.
"Anak-anak tetap masuk belajar seperti biasa, dan belum ada murid yang ingin pindah," katanya singkat.
MDA yang barlokasi sekitar 100 meter dari Jalan Sri Palas ini hanya terbuat dari papan yang tampak mulai melapuk dan memiliki tiga ruang kelas saja. Selain itu rumah NS yang berada persis di samping MDA juga dijadikan sebagai tempat belajar.
Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang murid Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di seputaran kawasan Kecamatan Rumbai membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (18/2/2015) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Keenam murid yang masih berusia antara enam hingga 10 tahun didampingi para orangtuanya dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau tersebut malaporkan peristiwa pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut berinisial NS (60).
(rdk/rpc)
Dari hasil visum yang diterima dari RS Bhayangkara Polda Riau diketahui salah seorang dari enam korban tersebut mengalami luka dibagian kemaluannya.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Watratan saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2015) mengatakan, luka pada bagian sensitif salah satu korban itu diduga akibat di raba-raba oleh pelaku dengan jari tangannya.
"Pelaku sudah mengakui kalau dirinya pernah membawa salah satu korban ke sumur. saat di sumur itulah pelaku meraba-raba daerah sensitif korban dengan jari tangannya," ujar Kapolresta.
Dikatakan kapolresta, pihaknya akan terus mendalami kasus pencabulan tersebut karena kepada penyidik pelaku mengaku sudah melakukan perbuatan tak senonoh itu sejak lama dan tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya.
"Sejak kapan dimulainya pelaku tidak ingat lagi, namun pengakuannya sudah lama. jadi saya menghimbau kalau masih ada yang merasa anaknya menjadi korban pelaku untuk segera melaporkannya kepada kita," tutup Kapolresta.
Tidak Menduga NS Tega Berbuat Cabul
Warga Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai mengaku tak menduga atas kasus pencabulan terhadap 6 murid Madrasah Diniyah Alawiyah (MDA) Qurrota 'Ayun yang dilakukan oleh NS (60) yang tak lain adalah kepala sekolah madrasah tersebut.
Menurut salah satu tetangga dekat NS, Razali (65), mengungkapkan selama ini NS dikenal sebagai seorang pemuka masyarakat dan tokoh agama yang baik di daerah itu.
"Saya sudah kenal sama NS itu sudah puluhan tahun. Dan baru kali ini saya dengar dia melakukan pencabulan itu," kata Razali saat ditemui Riaupos.co di rumahnya.
Menurutnya, NS oleh warga sekitar termasuk orang yang disegani dan merupakan salah satu pemuka agama di daerah itu. Dirinya tak menduga NS akan berbuat tak senonoh terhadap muridnya.
"Dia sering menjadi imam di masjid, jadi khatib juga, sama warga sering dimintai pendapat. Jadi kami terkejut saat tahu kasusnya," ungkap Razali.
Sementara itu salah seorang majelis guru Madrasah Diniyah Alawiyah (MDA) Qurrota 'Ayun yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, proses belajar mengajar di MDA tersebut tetap berjalan seperti biasanya.
"Anak-anak tetap masuk belajar seperti biasa, dan belum ada murid yang ingin pindah," katanya singkat.
MDA yang barlokasi sekitar 100 meter dari Jalan Sri Palas ini hanya terbuat dari papan yang tampak mulai melapuk dan memiliki tiga ruang kelas saja. Selain itu rumah NS yang berada persis di samping MDA juga dijadikan sebagai tempat belajar.
Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang murid Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di seputaran kawasan Kecamatan Rumbai membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (18/2/2015) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Keenam murid yang masih berusia antara enam hingga 10 tahun didampingi para orangtuanya dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau tersebut malaporkan peristiwa pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut berinisial NS (60).
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

