• Home
  • Hukrim
  • Polisi Terkesan Rahasiakan Konflik Proyek Pemprov Riau

Polisi Terkesan Rahasiakan Konflik Proyek Pemprov Riau

Selasa, 08 Juli 2014 22:04 WIB

PEKANBARU - Aparat Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, terkesan merahasiakan adanya konflik internal Pemerintah Provinsi Riau terkait proyek fisik senilai ratusan miliar rupiah di Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Sebelumnya terkait peristiwa teror yang dialami seorang kontraktor kepercayaan Gubernur Riau Annas Maamun, Gulat, kepolisian melalui perwiranya Kompol Arief Fajar Satria menyatakan ketidaktahuan atas peristiwa itu.

Padahal sejumlah sakti mata menyatakan melihat langsung insiden tersebut dan melaporkannya ke redaksi GoRiau.com. "Saya tidak mengetahui adanya informasi itu," kata Kompol Arief lewat telekomunikasi ketika itu, Senin (7/7/2014).

Konflik internal pemerintah daerah setempat juga dilaporkan berlanjut pada dugaan penganiayaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau, Muhammad, yang juga merupakan orang dekat Gubernur Annas Maamun.

Dia dikabarkan telah mendapat tindak penganiayaan oleh kelompok tak dikenal hingga mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh.

Muhammad juga mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, namun lagi-lagi Arief Fajar menyatakan ketidaktahuan atas peristiwa tersebut.

"Kami coba lacak dulu yang bersangkutan melaporkan kasusnya kemana, apakah ke Polda, coba saya cek dulu," katanya.

Sebelumnya Kadis PU Riau, Muhammad telah memecat sejumlah pegawai honorer di dinas tersebut sehingga memicu persoalan hingga ke para legislator.

Anggota DPRD Riau mendesak eksekutif untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis PU mengingat pemberhentian honorer bertepatan dengan menjelang Lebaran.

Sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum Riau sebelumnya juga dibatalkan pemenangnya, hal tersebut kemudian memicu konflik internal di kalangan eksekutif.

Sebelumnya rumah seorang kepercayaan Gubernur Riau Annas Maamun, Gulat Manurung juga dikabarkan mendapat teror berupa molotov dari pihak tak dikenal. Namun atas rentetan kejadian itu, pihak kepolisian terkesan menutup-nutupinya.***(grc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar