• Home
  • Hukrim
  • Riau Terbanyak Kasus Kekerasan Seksual di 2014

Riau Terbanyak Kasus Kekerasan Seksual di 2014

Kamis, 08 Mei 2014 11:48 WIB
JAKARTA - Bukan Jakarta atau Sukabumi tempat predator Emon beraksi yang menempati rangking pertama dalam hal kekerasan seksual, melainkan Provinsi Riau. 

Berdasarkan data Mabes Polri, tercatat sebanyak 64 kasus terjadi dalam waktu kurang dari satu semester di 2014.

"16 kasus ada di Polda Kalsel, dan yang ditangani terbanyak sementara ini ada di Polda Riau," kata Kabagpenum Polri Kombes Agus Rianto, di Jakarta, kemarin.

Agus menilai, ada beberapa faktor yang membuat angka pengungkapan kekerasan seksual terhadap anak di Riau tinggi, salah satunya adalah kesadaran para keluarga untuk tidak ragu melapor ke pihak Polri.

"Serta adanya kesadaran hukum masyarakat yang mengerti apabila mengalami suatu peristiwa," ujar Agus.

Menurut Agus, pola kejahatan seksual yang terjadi di wilayah Riau bermacam-macam. Namun demikian, Agus tidak merinci bentuk kejahatan tersebut.

Sementara itu, guna kejahatan serupa tidak terulang, kata Agus, seluruh jajaran Polri diminta untuk melakukan pendataan dengan memberdayakan peran Babinkantibmas.

"Agar dapat mengetahui fenomena yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat tersebut, sehingga kita tidak ingin peristiwa yang terjadi di Sukabumi, yang saat ini ditangani oleh Polres Sukabumi kota, itu terjadi di tempat lain," ujar Agus.

Data di Polda Riau, 4 bulan terakhir, ada 104 bocah korban pelecehan seksual yang tersebar di sejumlah daerah di Riau. 

Pekanbaru menempati rangking teratas soal jumlah, yakni 25 kasus. Disusul Kampar dengan 20 kasus, Dumai (12), dan Rokan Hilir (12).

104 Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Pada tahun 2014 atau empat bulan terakhir, tercatat ada 104 bocah korban pelecehan seksual di Riau. Jumlah tersangka pelaku pelecehan seksual sebanyak 102 orang.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Rabu (7/5/2014). Dia menjelaskan, dalam kasus pelecehan seksual ini ada 40 kasus dalam penyelidikan, penyidikan (20), P21 (35), dan SP3 (7).

"Kita berharap, sejumlah kasus ini segera disidangkan," kata Guntur.

Dia merinci saat ini kasus terbanyak pelecehan seksual terhadap anak ada di Polresta Pekanbaru dengan 25 kasus. Selanjutnya menyusul Polres Kampar dengan 20 kasus, Polres Dumai (12), Rokan Hilir (12).

"Itu sejumlah kasus terbesar di sejumlah jajaran polres kita. Sedangkan untuk Polres Inhu tidak kasus pelecehan seksual" kata Guntur.

Polda Riau mengimbau kepada warga yang anaknya menjadi korban pelecehan seksual memberikan laporan.

"Kita tahu ini aib buat keluarga korban sehingga kadang banyak yang tidak mau melapor ke polisi. Kita berharap, bagi anak-anak mereka yang menjadi korban, sebaiknya melapor kepada kita," kata AKBP Guntur.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar