Soemardi Thaher Duga Gubri Merencanakan Cabuli Putrinya
Minggu, 31 Agustus 2014 15:15 WIB
PEKANBARU - Setelah sekian lama berusaha menuntupi aib yang menimpa putrinya, WW (47), tokoh masyarakat Riau Soemardi Taher akhirnya memilih bersikap terbuka.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau tersebut sengaja menggelar jumpa pers di rumahnya di Jalan Indrapuri Pekanbaru, Ahad (31/8/14).
“Ini sebenarnya aib bagi keluarga kami. Situasi ini merupakan yang paling berat dalam hidup saya yang sekarang berusia 72 tahun,” ujar Soemardi Taher membuka pernyataannya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid yang datang untuk memberi dukungan moral pada Soemardi Thaher.
Mantan Kepala Kanwil Dinas Pendidika dan Kebudayaan Riau tersebut sempat tak sanggup menutupi keterpukulannya terkait tindak asusila yang menimpa putrinya. Suaranya serak karena menangis sesenggukan.
“Maaf, saya tak bisa menahan perasaan. Cobaan ini memang sangat berat bagi saya dan keluarga,” ujarnya lagi.
Betapa tidak lanjut Sumardi, pelaku tindakan asusila itu merupakan orang nomor satu di negeri Melayu ini. Dimana Annas yang memiliki kedudukan terhormat, punya kewenangan luas yang jika dilakukan dengan baik justru mendapatkan keberkahan.
"Lebih menyakitkan lagi korbanya adalah anak saya yang sagat saya sayangi , darah daging saya. Kalau dia disakiti saya ikut sakit, apa yang mengganggu erasaan dia juga menggangu perasaan saya," tukasnya.
Sumardi meyakini apa yang menimpa anaknya bukalah karangan. Bahkan tokoh asal Kuansing ini menuding tindakan amoral yang dilakukan Annas sudah terencana.
"Karena itu, pada hari kejadian, dia (Gubri.red) senagaja memanggil anak saya ke rumahnya di Jalan Belimbing. Itu menjadi bukti kalau tindakan asusilanya direncanakan," tudingnya.
Atas kasus asusila yang menimpa putrinya, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau tersebut mengharapkan aparat kepolisian cepat memproses laporan yang sudah dilakukan WW.
"Saya yakin aparat penegak hukum akan bertindak cepat, memproses pengaduan anak saya. Itulah yang kita semua harapkan," tegasnya.
Sementara terhadap Gubri Annas, ia minta agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Tidak hanya pada dirinya, tetapi terhadap seluruh rakyat Riau yang telah dikhianati dan dipermalukan atas perbuatannya tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Soemardi juga membantah kalau apa yang terjadi dan kini diuangkan anaknya tak memiliki kaitan dengan masalah politik maupun uang.
"Ini bukan masalah politik, tetapi murni adalah perjuangan kami menegakkan kebenaran. Kami juga membantah kalau kami dikatakan memeras dia (Gubri.red). Kalau memang ada yang memeras, silahkan ungkap, siapa?," tantangnya.
Sebagai data tambahan, atas dugaan pencabulan yang menimpanya, WW telah membuat laporan pidana terhadap Gubri Annas Mamaun di Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (27/8/18) Selain WW, korban pencabulan Gubri lainnya, Andi Dwi Siswati juga telah membuat laporan serupa di Bareskrim sehari sebelumnya. Kasus asusila tersebut juga sudah diadukan ke Komisi Nasional Perlindungan Perempuan di Jakarta.
Sementara itu, dalam sebuah kesempatan Gubri Annas Maamun telah membantah tudingan asusila tersebut. Bahkan, ia mengaku diperas seseorang dalam perkara tersebut.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

