• Home
  • Hukrim
  • Tampar Wartawan, Bupati Inhu Yopi Arianto Dilaporkan ke Polda Riau

Tampar Wartawan, Bupati Inhu Yopi Arianto Dilaporkan ke Polda Riau

Minggu, 02 Agustus 2015 20:08 WIB
PEKANBARU - Seorang wartawan, Zulkifli Panjaitan akhirnya melaporkan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto ke Polda Riau, Sabtu (1/8) malam. Zulkifli mengaku telah ditampar oleh Bupati Inhu Yopi beberapa waktu lalu.

Saat ditemui merdeka.com Minggu (2/8), Zulkifli menyebutkan bahwa dia terpaksa melaporkan tindakan Bupati Yopi ke polisi karena mempertahankan nama baik dirinya, keluarga, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia, media tempat ia bekerja, dan terutama marwah serta nama baik wartawan.

Menurut Zukifli, masalah penamparan yang dilakukan Bupati Yopi terhadap dirinya di depan kantor PWI Inhu, yang terjadi Kamis (30/7) kemarin, secara pribadi telah dimaafkan atas tindakan yang dilakukannya. Zulkifli mengakui bahwa memang benar Bupati Yopi menamparnya sebanyak tiga kali, sambil memprotes berita yang terbit di media tempatnya bekerja.

Awalnya Zulkifli merasa tak terima diperlakukan seperti itu di hadapan masyarakat dan pejabat. Sehingga sempat curhat kepada rekan media bahkan sempat melaporkan kejadian itu secara lisan ke Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo.

Namun, satu hari setelah kejadian, tepatnya Jumat (31/7), Bupati Yopi datang ke Kantor PWI Inhu bertemu dengan dirinya dan sejumlah wartawan. Dalam kesempatan itu Bupati Yopi mengatakan bahwa dia merasa dekat dan akrab dengan Zulkifli bahkan sering bercanda.

"Secara manusiawi saya memaafkan tindakannya. Pertimbangan saya saat itu karena almarhum orang tua Yopi (Sugianto) sudah seperti abang saya sendiri, tapi Yopi tega mempermalukan saya di depan umum apalagi saya sudah tua," ujar Zulkifli.

Selain itu, kata Zulkifli, pada saat Bupati Yopi datang ke kantor PWI Inhu, dia sempat menyatakan bahwa Bupati Yopi tidak menamparnya. Ini disampaikan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarganya.

"Saya tidak mau masalah ini nantinya dimanfaatkan oleh lawan politik Yopi, apalagi Pilkada Inhu sudah dekat dan saya berharap Kabupaten Inhu tetap kondusif, hal ini juga menjadi pertimbangan saya sampai saya menyatakan tidak ditampar olehnya," ungkap Zulkifli.

Namun, sambung Zulkifli, setelah Bupati Yopi datang ke kantor PWI Inhu dengan maksud bersilaturrahmi dan bukan mengakui kesalahan serta meminta maaf atas tindakannya, muncul kabar dan fitnah di masyarakat bahwa Zulkifli dan wartawan lainnya menerima uang dari Bupati Yopi atau Sekda Inhu agar tidak memperpanjang masalah tersebut.

"Isu ini sepertinya diciptakan. Untuk menjaga nama baik saya pribadi, kawan-kawan wartawan, keluarga dan media tempat saya bekerja serta organisasi PWI, saya disarankan oleh redaksi saya melaporkan masalah ini ke Polda Riau. Laporan ini juga membuktikan bahwa fitnah uang yang tujukan kepada saya dan rekan-rekan saya tidak benar," kata dia. 

Zulkifli datang ke Mapolda Riau didampingi anak-anak dan istrinya, Gerry Nasri selaku Pimpinan Redaksi Harian Detil tempatnya bekerja, Sekretaris PWI Riau Eka Putra, dan Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Pekanbaru Fachrurrazi, Sabtu (1/8) sekitar pukul 20.00 Wib.

Pada malam itu juga, usai melapor di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), penyidik Ditreskrimum Polda Riau langsung meminta keterangan Zulkifli yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar