Tes Kejiwaan Indikasikan Pelaku Mutilasi di Siak Tuntut Ilmu Hitam
Rabu, 13 Agustus 2014 15:24 WIB
PEKANBARU - Dari hasil tes psikologi tersangka mutilasi di Siak, MD otak pelaku tidak mengidap penyakit kelainan jiwa. Diduga, ia membunuh dan memutilasi korban-korbannya untuk menuntut ilmu hitam.
Kabag Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Riau, Kompol Novian saat konferensi pers mendampingi Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Arief Rahman dan Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Agung, Rabu (13/8/14) mengungkapkan bahwa hal tersebut sesuai hasil pemeriksaan timnya kepada tersangka.
"Indikasi terkait apa yang dikatakan bahwa otak pelaku, yaitu MD adalah seorang psikofat belum bisa dibuktikan atau bisa dikatakan tidak kuat mengarah ke sana. Motif MD diduga menuntut ilmu perdukunan (ilmu hitam-red). Jadi, dia percaya dengan hal-hal seperti itu," ungkap Kabag.
Kompol Novian mengungkapkan almarhum orang tua tersangka MD adalah dukun. Menurutnya, MD mengekpresikan kisahmasalalunya,terlebih orang tuanya memnita agar kelak anaknya itu menjadi dukun.
"Sebenarnya MD adalah seorang penakut. Dia juga pintar, walau hanya tamat SMP. Ekspresinya tergambar, bagaimana masa lalunya. Namun, keinginannya jadi dukun sangat kuat," kata Novian. ***(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

