- Home
- Infotorial
- DPPPA Dumai Rapat Internal Penanganan Kasus PPA dan Revisi SK P2TP2A
DPPPA Dumai Rapat Internal Penanganan Kasus PPA dan Revisi SK P2TP2A
Infotorial Selasa, 27 Maret 2018 10:34 WIB
DUMAI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai mengelar rapat internal terkait penanganan kasus dan merevisi SK Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Dumai yang dikemas dalam coffe morning di Kantor Dekranasda Dumai, Selasa (27/3/18).
Kepala DPPPA Kota Dumai, Dameria mengatakan bahwa peningkatan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan menjadi prioritas Pemerintah Kota Dumai. "Karena perempuan korban kekerasan perlu diberikan layanan yang optimal," Dameria.
Layanan yang optimal tersebut, ungkapnya, mencakup layanan pengaduan, rehabilitasi kesehatan, rehabilitasi sosial, penegakan dan bantuan hukum, serta pemulangan dan reintegrasi sosial.
"Perlindungan terhadap perempuan tidak dapat dilakukan oleh Pemko Dumai saja, tapi perlu perhatian dari semua pihak sesuai tugas dan fungsinya," ucap Dameria saat memberikan kata sambutan.
Ia pun mengharapkan kepada seluruh peserta coffe morning bisa mendapat pengertian dan pemahaman yang mendalam tentang pengetahuan dalam menyusun penguatan sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan di Kota Dumai.

Sementara Ketua P2TP2A Kota Dumai, Haslinar Zulkifli AS dalam sambutanya mengungkapkan keprihatinan terhadap angka kasus kekerasan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan pada perempuan sangat kompleks, sehingga harus melibatkan seluruh stakeholders dalam menanganinya.
''Persoalan ini tanggung jawab kita semua, bukan saja Dinas PPPA dan P2TP2A. Apalagi letak Dumai sangat strategis maka kita melakukan pemetaan daerah rawan yang belum tersentuh dan kita sosialisasikan," ucapnya.
Haslinar mengungkapkan masalah tersebut bisa disampaikan pada acara coffe morning Forkompimda yang dihelat 3 bulan sekali. Disamping itu, sosialisasi perlindungan perempuan dan anak harus gencar.
''Langkah konkrit P2TP2A saat ini bagaimana membuka kesadaran semua pihak untuk bersama-sama meminimalisir angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saya sangat kawatir dan risau bila angkanya terus bertambah, mari secepat mungkin kita melakukan penanganan bersama semua pihak,'' tegas istri Walikota Dumai ini.
Turut hadir dalam acara ini, Advokat, Kemenag Dumai, Polres Dumai, PKK, GOW, Pukesmas.
(Infotorial)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Dumai Expo 2026, Antara Perayaan Hari Jadi ke-27 dan Dampak Ekonomi Lokal
-
Lingkungan
Konflik Agraria di Jalan Sudirman Dumai Memanas, APRJ Desak BPN dan Pemkot Bertanggung Jawab
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner
-
Tekno
Pemko Dumai Ajak RAPI Perkuat Peran dalam Komunikasi Publik dan Darurat
-
Pendidikan
Wali Kota Dumai Pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025
-
Traveler
Pawai Obor Idaman Berlangsung Meriah pada Malam Hari Raya Idul Fitri 2025

