• Home
  • Kesehatan
  • Bupati Kepulauan Minta Instansi Terkait Tekan Angka Reproduksi Anjing Liar

Bupati Kepulauan Minta Instansi Terkait Tekan Angka Reproduksi Anjing Liar

Senin, 31 Oktober 2016 18:01 WIB
MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti dinobatkan sebagai daerah bebas rabies se-Riau. Untuk mempertahankan predikat itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, termasuk dengan menekan angka kelahiran anjing liar.

Upaya itu disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, saat menerima penghargaan daerah bebas rabies dari Menteri Pertanian melalui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Ir Arkadia Patrianov di Selatpanjang, belum lama ini.

Bupati meminta Dinas terkait untuk terus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya anjing liar yang sangat mudah bereproduksi.

"Untuk itu perlu pengendalian reproduksi sehingga tingkat kelahiran anjing liar dapat ditekan. Menekan reproduksi anjing liar ini sangat penting, sehingga dapat mengantisipasi endemis Rabies di Kepulauan Meranti," ujar Bupati Irwan.

Seperti diketahui, penyakit Rabies yang disebabkan oleh hewan peliharaan maupun liar sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. 

Untuk itu penyakit rabies mendapat prioritas dari Pemerintah dalam upaya pengendalian dan pemberantasan. Namun upaya itu tidak akan sukses tanpa keterlibatan masyarakat yang menjadi kuncinya.

Peringatan hari Rabies se-dunia 2016 tingkat Provinsi Riau dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Meranti belum lama ini. 

Pada kesempatan itu telah dilakukan berbagai langkah penanggulangan, mulai dari vaksinasi gratis, sterilisasi, pelayanan dan konsultasi, pengobatan hewan, edukasi rabies dan lainnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Rabies, meningkatkan partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pencegahan dan pengendalian Rabies, dalam hal ini masyarakat harus bertanggungjawab atas hewan peliharaannya, serta mengetahui bahaya dan apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya Rabies.

"Penyakit ini menyerang syaraf pusat dan 95 persen ditularkan dari hewan ke manusia, setiap satu menit 1 orang meninggal di dunia. Kita harap dengan dilakukannya vaksinasi terhadap 70 persen populasi anjing dapat menekan angka rabies di indonesia," ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Patrianov.

Selain pengawasan dari masyarakat pemilik hewan peliharaan, pengawasan juga harus dilakukan pada lokasi yang menjadi arus lalu lintas barang dan orang.

"Di lokasi arus lintas barang dan orang juga harus diawasi, jika tidak maka penyakit yang berdampak besar pada sektor kesehatan, ekonomi, sosial budaya dan pariwisata, akan sulit diatasi, kami harapkan kerjasama dari berbagai pihak," pungkas Patrianov.

(rdk/mcr)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar