Diskes Kepulauan Meranti Catat 40 Warga Menderita Penyakit Filariasis
Minggu, 04 Oktober 2015 17:03 WIB
MERANTI - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat saat ini terdapat 40 orang warga Kabupaten Kepulauan Meranti yang terjangkit penyakit Kaki Gajah Hingga (Filariasis). Sebanyak 19 penderita diantaranya sudah termasuk salam kategori kronis, sisanya masih klinis.
Kepala Bidang Pengawas Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Diskes Kabupaten Kepulauan Meranti, dr Ria Sari, menjelaskan, sebanyak 39 penderita diantaranya terdapat di Kecamatan Pulau Merbau.
Sementara di Kecamatan Tebingtinggi dan Kecamatan Tasik Putri Puyu terdapat masing-masing satu penderita Kaki Gajah kronis. Sedangkan kecamatan lainnya bebas dari penyakit yang disebut juga penyakit Elephantiasis ini.
"Saat kami melakukan pendataan di tahun 2012 lalu, terdapat 15 warga yang positif terjangkit Kaki Gajah, tahun 2014 dan 2015 terdapat dua 2 penderita. Jadi Sebelum daerah ini mekar, sudah terdapat 21 orang penderita Kaki Gajah," ujarnya.
Menurut Ria, Kecamatan Pulau Merbau merupakan endemik Kaki Gajah, karena penderita penyakit tersebut paling banyak di Kecamatan ini. Untuk itu, pihak Diskes telah memberikan obat pencegahan penyakit ini kepada 13.172 jiwa.
Sementara untuk total sasaran warga yang wajib minum obat di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 172.026. "Ini sudah melebihi target sasaran. Target yang ditetapkan hanya 85 persen. Jika kami kalkulasikan, sasaran masyarakat yang wajib minum obat di atas 89 persen," ujarnya.
Menurut Ria, penyakit yang disebabkan nyamuk itu sangat rentan menular ke orang lain. Oleh karena itu, ia menghimbau agar masyarakat segera meminum obat yang telah disediakan di setiap Puskesmas atau Posyandu di daerahnya masing-masing.
Kepala Bidang Pengawas Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Diskes Kabupaten Kepulauan Meranti, dr Ria Sari menjelaskan, penyakit ini sangat berbahaya, meskipun tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika si penderita telah terjangkit Kaki Gajah kronis, kaki si penderita sulit untuk ditangani secara medis.
Sementara untuk pengobatan penderita Kaki Gajah klinis bisa sembuh total, jika si penderita segera mengkonsumsi obat DEC dan Albendazole.
Dijelaskan Ria, penularan penyakit Kaki Gajah ini ditularkan nyamuk yang terinfeksi lava Filariasis. Tidak seperti Malaria dan Demam Berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
"Sebab, cacing Filariasis itu sudah masuk ke pembuluh Lim atau dikenal juga kelenjar getah bening, kalau sudah kronis, penderitanya akan cacat permanen. Makanya segera minta obatnya, gratis kok," ujarnya.
(adv/hum)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

