Disnakkanla Buka Posko Dumai Rabies Center
Selasa, 03 November 2015 20:59 WIB
DUMAI - Untuk mencegah rabies, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai telah membuka posko pelaporan rabies yang diberi nama Dumai Rabies Center.
"Untuk mencegah rabies, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai telah membuka posko pelaporan rabies yang diberi nama Dumai Rabies Center," kata PJ Walikota Dumai H.Arlizman Agus, Selasa (3/11/15).
Menurutnya, posko itu merupakan didirikan sebagai wujud kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang akan memberikan informasi dan peringatan dini mengenai kasus gigitan maupun program penanggulangan dan penanganan kasus rabies di Kota Dumai.
"Besar harapan saya khususnya Pemko Dumai, dengan adanya posko Dumai Rabies Center ini, dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi semua kita khususnya dalam mencegah rabies di Kota Dumai," sebutnya.
Dilain sisi kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit rabies perlu ditingkatkan secara terus menerus dengan tujuan agar masyarakat paham dan ikut berpartisipasi aktif dalam penanggulangan rabies di Kota Dumai. "Maka dari itu, Pemko Dumai sangat mengharapakan atas adanya dukungan dan partisipasi dari semua pihak atas keberadaan Dumai Rabies Center," harapnya.
Sementara Kadisnakkanla Kota Dumai, Syafrizal menambahkan, posko pelaporan rabies yang diberi nama Dumai Rabies Center tersebut telah didirikan sejak 24 September 2015 lalu, dimana poskonya terletak di kantor Disnakkanla Kota Dumai.
Selain datang ke posko, masyarakat juga bisa melaporkannya secara online melalui whatsapp yang dimiliki oleh para aparatur Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Pusat Kesehatan Hewan Kota Dumai.
Ditegaskannya, beberapa upaya juga telah dilakukan Disnakkanla Kota Dumai dalam menangani persoalan rabies di Kota Dumai, selain pemberian vaksinasi gratis kepada Hewan Penular Rabies (HPR) seperti kucing, anjing dan kera, Disnakkanla rutin melakukan eliminasi anjing liar, serta melakukan kebiri untuk menekan angka populasi hewan penular rabies di Kota Dumai.
Disamping itu, Disnakkanla juga terus melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KEI) atau sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya rabies.
"Salah satu bukti nyatanya ialah, hingga saat ini tidak kurang ada sekitar 5.000 ekor HPR telah diberikan vaksinasi anti rabies setiap tahunnya. Pengendalian atau kontrol populasi hewan penular rabies melalui human euthanasi dan sterilisasi hean penular rabies juga selalu dilakukan," jelasnya.
Selain itu, dalam hal ini dukungan semua pihak juga sangat dibutuhkan, karena penanggulangan rabies bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah namun menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Seperti melibatkan berbagai macam profesi antara lain dokter, ahli gizi, perawat, ahli geologi, mitigasi, ahli ekonomi, sosial bahkan keamanan sesuai konsep one health," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

