PLN Dumai Alihkan 315 Pelanggan Bersubsidi ke Nonsubsidi
Selasa, 03 November 2015 20:56 WIB
DUMAI - Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Dumai bakal menertibkan 315 pelanggan listri bersubsidi dan dialihkan menjadi non subsidi. Hal ini menindaklanjuti program dan instruksi yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat.
"Untuk menjaga ketahanan energi listrik melalui penertiban pelanggan listrik yang bersubsidi, yang dalam hal ini ialah pelanggan listrik dengan daya 450 Watt dan 900 Watt, PLN sudah melakukan dan masih akan terus melakukan penertiban tahap pertama hingga akhir Desember mendatang," kata Manager PLN Kota Dumai, Doddy Priyadi, Selasa (3/11/15).
Dijelaskan pihaknya, untuk penertiban daya listrik bersubsidi 450 Watt dan 900 Watt pertama di Kota Dumai, hingga akhir Desember 2015 mendatang PLN Kota Dumai akan menindak dan menertibkan sedikitnya 315 pelanggan.
"Penertiban tersebut dilakukan untuk kategori pelanggan yang melakukan pemakaian diatas normal, alias menggunakan daya listrik bersubsidi sementara penggunaannya perbulan sudah berada jauh diatas penggunaan yang seharusnya," kata Doddy, kepada media di Dumai.
Sementara untuk penertiban tahap kedua yang akan dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia mulai awal Januari 2016 mendatang dengan total mencapai 23 Juta pelanggan, diakui Doddy, pihaknya belum berani mengeluarkan data terkait berapa jumlah pasti pelanggan yang akan ditertibkan untuk Kota Dumai.
"Pasalnya, untuk menetapkan dan menentukan jumlah tersebut, kami masih harus memverifikasi dan meninjau kembali. Namun jika dilihat dari data pemakaian pelanggan dan atau daya kemampuan masyarakat Kota Dumai, tampaknya Rumah Tangga Miskin di Kota Dumai itu tidak banyak," katanya.
Sementara yang termasuk kategori miskin dari sisi PLN sendiri ialah, mereka yang hanya memiliki 3 titik lampu dan 1 stock kontak serta mereka yang memiliki berbagai kartu seperti kartu Miskin, kartu Indonesia Sehat, kartu Indonesia Pintar, dan atau terdaftar sebagai penerima Raskin sesuai data Tim Nasional Percepatan Penanggulangam Kemiskinan (TNP2K) dan lain sebagainya sesuai program Pemerintah.
Dipaparkan Doddy, selain pihaknya belum mampu menentukan berapa jumlah pasti pelanggan Kota Dumai yang akan ditertibkan pada tahap kedua mendatang, pihaknya sejauh ini juga belum mendapatkan pemberitahuan ataupun instruksi resmi terkait bagaimana tata cara dan petunjuk penertiban tersebut akan dilakukan dan dilaksanakan, namun Dana pelaksaannya sudah ada.
"Sehingga kemungkinan besar, bagi pelanggan yang akan dialihkan ataupun dinaikkan dayanya dari listrik bersubsidi yang dalam hal ini 450 Watt dan 900 Watt menjadi Non Subsidi 1.300 Watt akan mendapatkan pelayanan tersebut secara Gratis. Namun bagaimana tekhnis dan detail pelaksanaanya, kita belum tahu pasti," paparnya.
Sementara itu, hal ini berbeda halnya dengan 315 pelanggan yang telah ditertibkan pada tahap pertama tersebut. Pasalnya ke-315 pelanggan yang telah ditertibkan ini, diduga kemungkinan besar telah melakukan pelanggaran, sehingga penertiban atau naik dayanya tidak gratis dan bahkan mungkin ada dendanya karena telah dianggap mengotak-atik meteran PLN.
"Namun kedepannya, akankah seluruh pelanggan tersebut diarahkan atau diwajibkan menggunakan listrik Prabayar atau tidak, saya juga belum mendapat tekhnis pelaksanaannya. Namun jika dalam bayangan saya, saya rasa itu tidak wajib," pungkasnya.
Pantauan dilapangan, terjadinya penertiban pelanggan listrik bersubsidi yang dalam hal ini ialah pengguna 450 Watt dan 900 Watt, dilaksanakan guna menjaga ketahanan energi listrik mendatang. Serta atas adanya pengurangan Anggaran Subsidi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada PLN Pusat, dimana pada tahun 2015 ini PLN diberikan Anggaran sebesar Rp. 68 Triliyun.
Sementara pada tahun 2016 mendatang PLN hanya diberi Anggaran sebesar Rp. 37 Triliyun, sehingga melalui penertiban pelanggan listrik bersubsidi tersebutlah PLN dapat memaksimalkan Anggaran yang telah diberikan serta dapat memberikan pelayanan yang tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
PLN Kejar Target 1.434 Sertifikasi Tanah di Riau
-
Ekbis
Menteri BUMN Bangga PLN Jaga Pasokan Listrik di Blok Rokan
-
Ekbis
Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungi Blok Rokan dan Sapa Pekerja
-
Advertorial
PLN Buka Hotline Center Penanganan Keluhan Tagihan Listrik
-
Sosial
Lindungi Petugas dari Corona, PLN Tidak Lakukan Pengecekan Meteran Listrik
-
Ekbis
Tanggapan PLN Dumai Soal Keluhan Pelanggan Terkait Tagihan PJJ

