- Home
- Lingkungan
- BMKG Pekanbaru Deteksi 104 Titik Panas di Wilayah Riau
BMKG Pekanbaru Deteksi 104 Titik Panas di Wilayah Riau
Minggu, 26 Juli 2015 09:03 WIB
PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru menyebutkan, satelit Tera dan Aqua memantau peningkatan jumlah titik panas di Sumatera mencapai 286 titik yang diindikasikan sebagai kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak 104 diantaranya berada di Wilayah Riau. "Titik panas tersebut pantauan setelit pukul 16.00 sore ini," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, Sabtu, 25 Juli 2015.
Menurut Sugarin, Riau merupakan penyumbang titik panas paling banyak dari provinsi lainnya. Adapun penyebaran titik api hampir merata disetiap KabupatenKota yakni Pelalawan 40 titik, Kampar 15 titik.
Kemudian, Indragiri Hulu 12 titik, Bengkalis 10 titik, Indragiri Hilir delapan titik, Rokan Hilir lima titik, Dumai lima titik, Kuantan Singingi empat titik, Siak tiga titik dan Rokan Hulu dua titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 54 titik panas," ujarnya.
Secara umum kondisi cuaca di Wilayah Riau Cerah Berawan disertai kabut asap tipis pada pagi dan malam hari. "Peluang hujan ringan tidak merata di wilayah Riau bagian Utara, Barat dan Pesisir Timur," ujarnya.
Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat jarak pandang di beberapa wilayah terbatas seperti Pekanbaru 5 Kilometer, Dumai 10 Kilometer, Rengat 8 Kilometer dan Pelalawan 8 Kilometer. "Standar pencemaran udara dalam kategori sedang," katanya.
Komandan Satgas Pemadaman Darat, Brigadir Jendral Nurendi geram kebakaran hutan dan lahan terus terjadi di Riau. Dia kesal ulah pembakar lahan yang sangat tidak bertanggung jawab, akibat ulahnya Riau kembali dikepung asap pekat.
"Petugas berjibaku padamkan api, pembakarnya mungkin saja lagi enak-enakan minum kopi di rumah," kata Nurendi, saat memimpin apel Satgas Pemadam, di halaman Kantor Camat Payung Sekaki.
Menurut Nurendi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat sebenarnya sudah maksimal dilakukan. Himbauan maupun sosialisasi ihwal dampak kebakaran lahan sudah dilakukan jauh hari.
Namun kata Nurendi, masih ada saja masyarakat yang tidak paham. Cuaca panas yang melanda Riau masih dimanfaatkan warga untuk membersihkan lahan dengan cara membakar.
Alhasil Riau terus menerus di kepung asap. Warga seolah tidak paham dampak kabut asap sangat buruk bagi kesehatan masyarakat. "Dampak buruk asap bagi generasi muda di 15 tahun kedepan bakal bakal dirasakan, asap akan merusak jaringan otak," katanya.
Kebakaran lahan tidak hanya terjadi dipelosok Riau. Di tengah Kota Pekanbaru api melahap 2 hektar lahan gambut di Jalan Fajar, Kecamatan Payung Sekaki. Sebanyak 200 personil baik dari Tentara, Polisi, Manggala Agni maupun Satpol PP dikerahkan berjibaku padamkan api di wilayah Pekanbaru.
Selain itu kata dia, pemadaman lewat udara di beberapa daerah terus dilakukan dengan helikopter waterbombing serta teknik modifikasi cuaca hujan buatan. "Satu pesawat bantuan jenis Sikorsky bakal degeser ke Riau," katanya.
(tpc/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

