- Home
- Lingkungan
- BMKG Pekanbaru Minta Warga di Tiga Kabupaten Waspada Banjir Susulan
BMKG Pekanbaru Minta Warga di Tiga Kabupaten Waspada Banjir Susulan
Kamis, 11 Februari 2016 13:26 WIB
PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi hingga akhir pekan ini Riau masih akan terjadi hujan terutama bagian utara, seperti Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi.
Namun dalam prediksinya, BMKG juga memprakirakan hujan akan terjadi beberapa hari mendatang itu hanya berintensitas ringan dan tidak akan timbulkan potensi banjir.
Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Aristya Ardhitama menjelaskan, curah awan berpotensi hujan beberapa hari mendatang memang sebagian besar akan melingkupi Riau bagian utara, namun wilayah lain tetap memiliki potensi hujan namun lebih tipis dan ringan.
"Selama tiga hari ke depan awan berpotensi hujan akan tetap ada di Kampar, Rohul dan Kuansing. Namun wilayah Sumatera Barat hingga kini curah hujannya masih tinggi dan lebat sampai akhir Februari ini. Namun secara umum baik Sumbar dan Riau curah hujan tak selebat seperti beberapa hari sebelumnya," ujar Ardhi.
Ardhi menegaskan, potensi adanya banjir di Riau masih akan tetap terjadi. Karena secara umum intensitas curah hujan di Sumbar relatif lebih stabil dibandingkan Riau, walaupun mulai sedikit menurun intensitasnya.
"Masyarakat kita tetap harus waspada dengan adanya potensi banjir yang masih bisa saja terjadi di Riau akibat besarnya volume air yang datang dari wilayah Sumbar ke hilir sungai di Riau, seperti Kampar, Rohul dan Kuansing," tegasnya.
Sementara itu, untuk wilayah Pesisir Riau seperti Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan dan Bengkalis, curah hujannya sudah mulai menipis dan pudar. Malah kini Ardhi mengatakan, wilayah tersebut sudah masuk dalam siklus kemarau hingga akhir Februari mendatang.
"Untuk pesisir Riau seperti Pelalawan, Bengkalis, Dumai dan Siak, sekarang sudah mulai masuk musim kemarau. Di musim inilah nantinya adanya potensi kebakaran itu, mulai menguat kembali karena wilayah tersebut lahan-lahan gambut sudah mulai kering dan kemudian muncul potensi pembakar-pembakar lahan mulai membakar lahan. Jadi potensi kebakaran masih akan tetap ada," ucapnya khawatir.
Laki-laki 30 tahunan ini melanjutkan, setelah akhir Februari nanti, pada Maret dan April masuk lagi musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia terutama barat Indonesia.
"Sekarang ini merupakan waktu transisi dari anomali iklim El Nino ke La Nina. Karena sekarang El Nino sudah mulai luruh dan habis dan La Nina mulai terasa dampaknya di Indonesia buktinya dengan adanya banjir di mana-mana seperti sekarang ini," jelasnya.
(rdk/rol)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026
-
Lingkungan
Bupati Rokan Hilir Berjanji Tuntaskan Persoalan Banjir Bagansiapiapi
-
Lingkungan
Antisipasi Banjir Lewat Normalisasi Sungai Dumai
-
Lingkungan
Hujan Lebat Bikin Ribuan Rumah Warga Pekanbaru Terendam Banjir
-
Lingkungan
Dinas PUPR Dumai Normalisasi Drainase Tersumbat Sampah
-
Sosial
Masyarakat Kecewa, Presiden Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir di Riau

