BMKG Riau Imbau Pelauat Waspadai Gelombang Tinggi

Jumat, 26 Desember 2014 10:57 WIB
PEKANBARU : Gelombang tinggi di wilayah pesisir Riau saat ini terus berlanjut hingga bulan Januari 2015 dan oleh karena itu di imbau kepada seluruh para nelayan dan pelaut lainnya untuk mewaspadai perubahan cuaca itu.

Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, menjelaskan penyebab cuaca buruk di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Provinsi Kepulauan Riau akibat adanya tekanan rendah di Laut China Selatan.

"Sehingga membuat sirkulasi angin yang menyebabkan gelombang tinggi mencapai enam meter di Pulau Tujuh, Kepri. Akibat dengan adanya gelombang tinggi di Pulau Tujuh, Natuna tersebut adalah gelomba setinggi 2,5 - 3 meter di perairan Meranti," kata Kepala BMKG Riau Sugarin, kemarin.

Untuk itu, ia mengimbau kepada nelayan dan nakhoda kapal yang akan melaut agar lebih berhati hati dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Pol Air ataupun dengan BMKG setempat.

Menurut dia, potensi gelombang tinggi yang terjadi hingga Januari ini juga lebih dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah perairan Indonesia. "Kemungkinan dengan adanya cuaca ekstrem di Laut Jawa juga akan mempengaruhi gelombang di perairan Kepulauan Meranti," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugarin juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kepulauan Meranti agar menginformasikan ancaman gelombang tinggi ini kepada masyarakat sekitar. "Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Meranti akan ancaman gelombang tinggi ini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan satu Kapal Motor Sri Ayu tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti pada Selasa (23/12) dini hari lalu , akibatnya seorang anak buah kapal (ABK) yang bernama Ijal hingga saat ini belum ditemukan.

Kapolres Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan tenggelamnya kapal tersebut diduga akibat hantaman gelombang tinggi yang terjadi di perairan Meranti pada beberapa hari terakhir. "Kami menduga insiden tenggelamnya kapal itu diakibatkan cuaca laut sedang buruk," jelasnya.

(rdk/adi) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar