- Home
- Lingkungan
- Bupati Bengkalis Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
Bupati Bengkalis Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
Kamis, 15 Januari 2015 16:41 WIB
BENGKALIS : Para nelayan Bengkalis diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Perubahan cuaca ekstrem telah memicu gelombang dan angin kencang di pesisir utara pantai Bengkalis.
Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi sejak sejak beberapa hari terakhir di Bengkalis, khususnya di wilayah pesisir pantai sebelah utara Pulau Bengkalis, memicu gelombang tinggi dan angin kencang di perairan. Nelayan setempat dihimbau untuk mewaspadai kondisi itu.
Selain gelombang tinggi, perubahan cuaca ekstrim juga memicu iklim panas menyengat.
"Saat ini cuaca di Kabupaten Bengkalis berubah 180 derajat. Selain panas, angin juga kerab secara mendadak bertiup kencang, serta gelombang laut tinggi," kata Kepala Bagian Humas Setda Bengkalis Johansyah Syafri, Kamis (15/1/15).
"Kondisi ini hendaknya diwaspadai oleh para nelayan yang sedang melaut. Lebih-lebih untuk mereka yang melakukan aktivitas di laut, khususnya nelayan," pesan Bupati Bengkalis Herliyan.
Selain itu, perubahan cuaca ekstrim itu, panas terik harus diwaspadai karena dikhwatirkan muncul kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kabupaten Bengkalis melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"BPBD dan Damkar sudah diminta untuk segera melakukan sosialisasi dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan," katanya lagi.
Terpisah, Kepala BPBD dan Damkar Moh. Jalal mengatakan, untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran htan dan lahan, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi dengan SKPD terkait seperti BLH, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan.
Adanya gelombang tinggi, pihaknya juga telah menerima laporan, 10 unit kapal nelayan di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Rabu (14/1/15) rusak akibat hantaman gelombang.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

