• Home
  • Lingkungan
  • Bupati Kampar Imbau Masyarakat Waspadai Pemicu Karhutla

Bupati Kampar Imbau Masyarakat Waspadai Pemicu Karhutla

Jumat, 20 Februari 2015 20:12 WIB
KAMPAR - Bupati Kabupaten Kampar, Riau, Jefry Noer mengimbau seluruh pihak baik masyarakat, dunia usaha hingga instansi pemerintahan terkait agar mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan mengingat cuaca masih minim hujan.

"Sekarang ini kondisi di sejumlah wilayah di Riau termasuk di Kampar panas, minim hujan sehingga rawan terjadi kebakaran lahan," kata Jefry kepada wartawan Jumat (20/2/15).

Untuk itu, lanjut dia, semua pihak harus senantiasa mewaspadai peristiwa kebakaran lahan penyebab bencana kabut asap yang terjadi hampir setiap tahunnya di Riau.

Jefry mengatakan, sebagai upaya antisipasi pihaknya juga telah meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi masalah bencana termasuk kebakaran lahan agar menguatkan koordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari masyarakat dan TNI/Polri.

Menurut dia, "update" data mengenai perkembangan titik panas (hotspot) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru juga sebaiknya terus dipantau.

"Jika ada titik panas di Kampar, maka segera dicek ke lapangan untuk kemudian dipadamkan sedini mungkin. Jangan tunggu membesar," katanya.

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar juga telah datang ke Pekanbaru untuk memimpin acara Peluncuran Rencana Aksi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Tahun 2015.

Acara ini dihadiri Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Andi E Sakya, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman serta sejumlah bupati dan wali kota termasuk Bupati Kampar Jefry Noer.

Menteri LHK mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mengatasi serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan penerapan ragam program yang sejalan dengan menyejahterakan masyarakat.

"Ini termasuk dalam desain pemanfaatan hutan sebagai lahan pertanian atau hutan desa, hutan tanaman masyarakat dan ini patut dicontoh," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Bupati Jefry Noer menjelaskan, selain upaya langsung yakni antisipasi jika ditemukan titik api, Pemkab Kampar juga telah sejak lama menjalankan berbagai program yang secara tidak langsung mampu mengatasi persoalah kebakaran lahan.

Salah satunya menurut dia adalah Program Lima Pilar Pembangunan dan "Zero" Kemiskinan yang telah berjalan dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jika masyarakat sudah sejahtera dan ekonominya meningkat, maka mereka tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar seperti membakar hutan atau lahan," katanya.

Kapolda Riau Beigjen Dolly Bambang Hermawan memandang Pemerintah Kabupaten Kampar telah tepat dan berhasil dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan penyebab polusi asap.

Menurut catatan kepolisian, Kampar menjadi daerah paling minim kasus pembakaran lahan. "Ini tentu menjadi langkah maju agar kedepan Riau bebas dari bencana polusi asap yang telah membelenggu setiap tahun sejak 17 tahun terakhir," kata Brigjen Dolly.

(man/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar