- Home
- Lingkungan
- Dishut Riau Tak Punya Data Populasi Harimau Senepis
Dishut Riau Tak Punya Data Populasi Harimau Senepis
Rabu, 14 Mei 2014 15:06 WIB
PEKANBARU - Dinas Kehutanan (Dishut) Riau mengaku tidak punya data populasi harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae) di kawasan konservasi Senepis Buluhala yang terdapat di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai.
Hal ini terungkap dalam seminar dan workshop yang digelar Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) selama dua hari di salah satu hotel berbintang. "Kita memang punya data harimau di Senepis. Tetapi dari penelitian mahasiswa, katanya jumlahnya banyak," kata Agus Rianto, staf Dishut Riau Bidang Planologi.
Selain Dishut, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau juga mengaku tidak punya angka pasti tentang satwa yang dilindungi itu. Terakhir data yang mereka punya hanya tersisa 3 ekor.
"Data ini memang perlu kajian yang lebih mendalam lagi. Tetapi informasi yang kami dapat, hingga akhir November 2013 lalu, populasi harimau Sumatera tidak lebih dari 3 ekor," ungkap Sahimin, staf BBKSA Riau.
Namun staf Tiger Research dan Monitoring Module Leader WWF Indonesia Riau Consevation, Febri Anggriawan Widodo mengungkapkan, hingga akhir 2012 lalu, diperkirakan populasi harimau Sumatera di kawasan konservasi Senepis Buluhala sebanyak 21 sampai 42 ekor.
"Populasi hewan dilindungi mengalami penurunan drastis menyusul tingginya tingkat deforestasi dan alihfungsi lahan," ujarnya.
Dikatakan, kendatipun tingkat perburuan harimau Sumatera tinggi, tetapi dirinya merasa ada harapan untuk melestarikan hewan langka tersebut. "Baru-baru ini kemera yang kami pasang di kawasan bukan hutan menangkap 3 individu harimau," pungkasnya.***(son)
Hal ini terungkap dalam seminar dan workshop yang digelar Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) selama dua hari di salah satu hotel berbintang. "Kita memang punya data harimau di Senepis. Tetapi dari penelitian mahasiswa, katanya jumlahnya banyak," kata Agus Rianto, staf Dishut Riau Bidang Planologi.
Selain Dishut, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau juga mengaku tidak punya angka pasti tentang satwa yang dilindungi itu. Terakhir data yang mereka punya hanya tersisa 3 ekor.
"Data ini memang perlu kajian yang lebih mendalam lagi. Tetapi informasi yang kami dapat, hingga akhir November 2013 lalu, populasi harimau Sumatera tidak lebih dari 3 ekor," ungkap Sahimin, staf BBKSA Riau.
Namun staf Tiger Research dan Monitoring Module Leader WWF Indonesia Riau Consevation, Febri Anggriawan Widodo mengungkapkan, hingga akhir 2012 lalu, diperkirakan populasi harimau Sumatera di kawasan konservasi Senepis Buluhala sebanyak 21 sampai 42 ekor.
"Populasi hewan dilindungi mengalami penurunan drastis menyusul tingginya tingkat deforestasi dan alihfungsi lahan," ujarnya.
Dikatakan, kendatipun tingkat perburuan harimau Sumatera tinggi, tetapi dirinya merasa ada harapan untuk melestarikan hewan langka tersebut. "Baru-baru ini kemera yang kami pasang di kawasan bukan hutan menangkap 3 individu harimau," pungkasnya.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

