• Home
  • Lingkungan
  • Hotspot Meningkat Tajam di Pulau Sumater Usai Ditinjau Presiden Jokowi

Hotspot Meningkat Tajam di Pulau Sumater Usai Ditinjau Presiden Jokowi

Minggu, 11 Oktober 2015 19:41 WIB
PEKANBARU - Sempat menurun setelah kunjungan Presiden Joko Widodo, titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera meningkat tajam. Minggu (11/10/2015) Sumatera dikepung 726 hotspot.

Celakanya, hotspot terbanyak masih didominasi Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi fokus utama penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan di Sumatera oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama negara tetangga Malaysia dan Singapura dengan 613 titik.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, hari ini jumlah hotspot memang meningkat tajam dari hari sebelumnya yang hanya 144 titik.

"Hari ini terpantau 726 hotspot di Pulau Sumatera dimana Sumsel masih terbanyak dengan 613 titik, Jambi 46 dan Babel 44 titik," ujar Sugarin.

Sementara Riau sendiri sambungnya, juga terdapat hotspot, dimana pagi ini terpantau sebanyak 7 titik dengan sebaran Inhil 5 titik, Inhu dan Siak masing-masing 1 titik.

"Dengan confidance atau tingkat kepercayaan titik api itu 4 titik di Indragiri Hilir," pungkasnya.

Pagi tadi, jarak pandang disejumlah kota mengalami penurunan. Seperti Kota Pekanbaru pada pukul 07.00 wib tadi jarak pandang hanya 500 M, Rengat 800 M, Dumai 600 M dan Pelalawan 400 Meter.

Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau Cerah Berawan disertai Kabut Asap. Peluang hujan ringan tidak merata diprakirakan terjadi di Riau bagian utara, Barat dan Pesisir Timur pada siang atau malam hari.

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags JokowiKarhutla
Komentar