- Home
- Lingkungan
- Jalan Lingkar dan Jembatan Pelindo Dumai Bermasalah
Jalan Lingkar dan Jembatan Pelindo Dumai Bermasalah
Jumat, 13 Mei 2016 00:43 WIB
DUMAI - Pembangunan jalan lingkar dan jembatan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang I Dumai yang berada di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai sampai saat ini masih bermasalah.
Permasalahan itu terkait adanya lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar dan jembatan, karena belum ada pembebasan lahan yang dilakukan pihak perusahaan dalam hal ini PT. Pelindo Cabang I Dumai.
Ahmad Khadafi, selaku alhi waris pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar dan jembatan sungai Dumai belum pernah menerima ganti rugi atas pembebasan lahan yang dilakukan pihak PT. Pelindo Cabang I Dumai.
"Jalan lingkar yang hari ini di klaim sebagai kawasan Pelindo ternyata masih ada permasalahan lahan. Kami selaku ahli waris pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar dan jembatan sungai Dumai belum menerima ganti rugi," ujarnya.
Menurutnya, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sampai saat ini belum ada upaya pembebasan lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar dan jembatan Sungai Dumai.
"Kami menilai Pelindo sudah melakukan pelanggaran. Pelindo menyerobot lahan masyarakat menggunakan cara pemagaran dengan alasan kawasan Pelindo. Tetapi Pelindo lupa bahwa pemagaran dilakukan di lahan masyarakat," jelasnya.
Sebelum menyudahi, Ahmad Khadafi meminta kepada pemerintah atau perusahaan negara yang ingin mengembangkan usahanya agar jeli terhadap pembangunan jalan yang sampai saat ini masih bermasalah dengan lahan jalan tersebut.
"Kami berharap kepada pemerintah maupun Pelindo agar jeli setiap ingin melakukan pembangunan. Apakah pembangunan itu sudah benar-benar atau belum. Dan kami juga siap mengawal persoalan ini hingga tuntas," pungkasnya.
Sebagai data tambahan, Perusahaan PT. Pelindo Cabang I Dumai bakal melanjutkan proyek pembangunan jalan lingkar dan jembatan Sungai Dumai yang sempat tertunda pengerjaannya.
Sedangkan untuk proses kelanjutkan proyek jembatan itu, pelelangan proyek senilai Rp 65 miliar tersebut dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara.
Humas PT. Pelindo Cabang I Dumai, Hendri Baktiar kepada media mengatakan bahwa pembangunan jembatan Sungai Dumai itu terhenti sejak tahun 2009 lalu.
"Pembangunan jembatan kusus penghubung jalan lingkar untuk armada angkutan berat dan akan segera diselesaikan seiring adanya ruas jalan tol Dumai -Pekanbaru," katanya, Selasa (26/4/16).
Dijelaskan Hendri, proyek lanjutan jembatan saat ini dalam proses lelang di kantor pusat PT Pelindo I Medan dan Kementerian BUMN sudah meminta agar Pelindo memulai kembali pembangunan.
"Sesuai rencana awal pembangunan, jembatan yang berfungsi sebagai penataan lalu lintas kapal ini akan dibangun sepanjang 298 meter, tinggi 8,1 meter dan lebar 20 meter untuk dua lajur," katanya.
Selain diperuntukkan jalur armada angkutan minyak mentah kelapa sawit yang berkepentingan di kawasan Pelindo, jembatan ini juga akan berfungsi sebagai lintasan pengangkutan peti kemas.
"Pembangunan jembatan ini termasuk salah satu pengembangan usaha PT Pelindo, apabila jembatan ini selesai kita juga akan menambah panjang dermaga D khusus untuk aktivitas kapal pengumpul barang sembako impor," jelasnya.
Dipastikan dia, lanjutan pekerjaan jembatan penghubung ini murni kepentingan bisnis kepelabuhan dengan penataan dan untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Kecelakaan Kerja di Dermaga A Pelindo Dumai, Alat Berat Terjun ke Laut
-
Ekbis
Aktivitas Bongkar dan Penyimpanan Rokok Gudang Garam di Dumai Resmi dan Legal
-
Lingkungan
Minyak CPO Milik PT Kreasijaya Adhikarya Tumpah ke Laut Dumai
-
Sosial
Pelindo Beramal, Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Dumai
-
Ekbis
Pelindo I Cabang Dumai Salurkan Dana CSR Perbaikan Makam Leluhur
-
Ekbis
Merdeka Ekspor, Ekspor Hasil Pertanian Riau Capai Rp1 Triliun

