- Home
- Lingkungan
- Kabut Asap Selimuti Wilayah Riau Rupanya Kiriman Malaysia
Kabut Asap Selimuti Wilayah Riau Rupanya Kiriman Malaysia
Jumat, 07 Maret 2014 12:18 WIB
PEKANBARU - Titik kebakaran lahan di Provinsi Riau terus mengalami penyusutan, namun kabut asap pekat masih menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya. Setelah diusut, ternyata kabut asap yang dihasilkan peristiwa kebakaran lahan di Negara Malaysia.
"Terlebih kebakaran lahan yang masih berupa titik panas terpantau oleh Satelit NOAA 18 dan modis sangat banyak di Malaysia seberang Riau atau sekitar Malaka," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada pers di Pekanbaru, Jumat (7/3/2014).
Menurut data atau rekaman satelit pada Kamis lalu, demikian Sutopo, titik panas (hotspot) di Malaysia jauh lebih banyak dibandingkan di Riau. Terlebih, kata dia, arah angin memang bergerak dari Malaysia mengarah ke wilayah Riau dan sekitarnya.
Kondisi ini menurut dia, diperkuat dengan kecepatan pergerakan angin di atas 25 kilometer per jam sehingga potensi asap yang dihasilkan negara tetangga itu sampai ke berbagai daerah di Sumatera terutama Riau.
"Namun itu butuh analisis lagi, sementara memang peluang itu ada berdasarkan dengan pantauan satelit dan analisa arah dan pergerakan angin," katanya.
Sutopo mengatakan, dengan situasi demikian, tidak juga menutup peluang asap yang menyelimuti sebagian besar Riau bertambah pekat.
Sebelumnya Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, kebakaran lahan dan hutan merata terjadi hampir seluruh wilayah Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) seperti Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Indonesia.
"Jadi kalau misalkan ada kabut asap di Singapura atau di Malaysia dan sejumlah negara lainnya di ASEAN, itu bukan dari Riau atau Indonesia," katanya.
Hal itu menurut dia, diperkuat lagi dengan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru di mana arah pergerakan angin masih konsisten dari timur laut ke barat daya yang artinya berlawanan dengan arah negara tetangga seperti Malaysia maupun Singapura.
"Jadi tidak bisa dipersalahkan Riau atau Indonesia jika terjadi polusi kabut asap di negara-negara tersebut, karena di sana juga ditemukan titik panas bahkan jumlahnya jauh lebih banyak," katanya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

