Gubernur Riau Bangun Pompanisasi Senilai Rp60 Miliar di Kabupaten Siak
Jumat, 07 Maret 2014 12:15 WIB
SIAK - Petani padi yang ada di Kabupaten Siak boleh merasa lega. Pasalnya, beberapa persoalan yang selama ini mereka hadapi mulai menunjukkan solusi setelah mendapatkan kunjungan Gubernur Riau Annas Maamun.
"Kami akan bangun pompanisasi di Siak," ujar Gubernur Riau Annas Maamun saat menghadiri gelar 1000 petani se-Kabupaten Siak di Bunga Raya, Kamis (6/3/2014). Pompanisasi bertujuan untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang selama ini menghantui petani. Sebab, petani Siak sangat ketergantungan pada hujan.
"Di Rokan Hilir, saya sudah menerapkan itu (pompanisasi) dan sekarang akan kami coba di Siak, mudah-mudahan ini bisa meningkatkan hasil produksi petani lebih baik dan tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi," kata Annas.
Satu pompanisasi, lanjut Annas diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Pada tahun 2014 ini, dirinya akan membangun satu pompanisasi di Kecamatan Bunga Raya.
Annas Maamun berpesan, Pemkan Siak membuatkan karung untuk beras Siak. Supaya, beras tersebut memang berlabel dari petani Siak. Sebab, jika orang luar yang membeli gabah, maka karungnya akan bermerk luar. "Padahal, itu beras kito, tapi merknyo beras Siantar," kata Annas.
Gubernur Riau juga mendukung langkah Kabupaten Siak yang melarang adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan. Menurutnya, itu sebuah langkah bagus dalam meningkatkan ketahanan pangan.
"Saya kira ini keliru, kalau lahan tak boleh dialih fungsikan. Untuk apa bertanam padi kalau tidak ada untungnya. Walau demikian, alih fungsi lahan tetap tidak boleh. Kalau petani padi, tetap saja bertani. Sebab, Kelapa Sawit itu harganya tak selalu stabil," jelas Annas.***(grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

