Curhatan Annas Maamun, Menjabat Kades Tak Terima Gaji
Jumat, 07 Maret 2014 12:25 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau H Annas Maamun menyampaikan suka-dukanya saat menjabat sebagai kepala desa (Kades). Salah satunya, tidak pernah menerima gaji layaknya seorang aparatur pedesaan.
Kisah yang dialami Gubri Annas itu dikemukakannya di hadapan seribuan kepala desa, Jumat (7/3/14) di Hotel Jatra Pekanbaru, saat memberikan arahan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Lurah.
"Dulu, saat saya menjadi Kades tidak menerima gaji. Saya hanya menerima kupon beras sebanyak 12 kilo,"yang disambut tawa para Kades.
Tidak hanya itu kata Gubri, dia ditunjuk menjadi Kades oleh Camat, karena menggantikan posisi orang tuanya yang telah meninggal dunia."Dapatlah saya menjadi Kades selama tujuh bulan,"tuturnya.
Kendati tidak menerima gaji setiap bulannya lanjut Annas, namun dirinya tetap bekerja dengan sepenuhnya."Jual-jual tanah, tak ade do,"katanya, membuat Kades yang hadir tertawa terbahak-bahak.
Lalu kata Annas, sewaktu menjadi Camat, barulah Annas merasakan enaknya menjadi pejabat, meski hanya tujuh bulan."Lumayan jugalah, ada neken-neken surat tanah,"sebutnya, yang kembali membuat hadirin tertawa.
Pada kesempatan itu seperti dikutip dari riaupluscom, Gubri Annas agar Kades dapat bekerja maksimal untuk membangun desanya. Terlebih lagi, Kades mendapat insentif dari Pemprov Riau sebesar Rp6 juta.
"Kita itu sebagai Kades, bekerja harus dari hati. Supaya apa yang kita lakukan, dapat berjalan dengan baik pula. Karena itu, saya sayang sama Kades ini,"tuturnya, yang mendapat applaus dari para Kades.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

