Kampanye Hitam Hantam Industri Pulp Riau

Kamis, 22 Januari 2015 18:31 WIB
PEKANBARU - Wakil Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Rusli Tan, Kamis (22/1/15) mengatakan bahwa di awal tahun 2015 ini, industri pulp di Riau dan Indonesia pada umumnya kembali dihajar oleh kampanye hitam yang dihembuskan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat di pasar dunia.

Hal itu membuat ekspor pulp ke luar negeri menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data BPS Riau menyebutkan ekspor pulp dan kertas di Provinsi Riau pada periode Januari-September 2014 mengalami penurunan sebesar 103,84 ribu dolar AS dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013. 
Menurut Rusli, kondisi tersebut akan dapat mengganggu iklim investasi di Indonesia. "Mereka menuding industri kehutanan merusak lingkungan dengan melakukan deforestasi yang mengganggu spicies langka," jelasnya. 

Padahal, dengan nilai investasi yang sangat besar, perusahaan-perusahaan industri kehutanan akan menjaga investasinya dann benar-benar mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah untuk keberlangsungan investasi mereka. 

"JIka tidak, pemerintah bisa mencabut izin dan perusahaan merugi. Jadi tidak mungkin perusahaan industri kehutanan melanggar aturan pemerintah," terang Rusli.

Hal senada dikatakan Ketua Bidang Agribisnis Kadin Riau, Achmad Koswara. Menurutnya, analoginya adalah ketika negara-negara barat sudah menghajar secara habis-habisan hutan mereka.

Dilanjutnya, lalu ketika Indonesia akan berupaya untuk menerima investasi di industri kehutanan, mereka melarang dengan memanfaatkan LSM untuk menghembuskan pelanggaran lingkungan.

"Kita berharap seluruh industri kehutanan di Riau dan Indonesia pada umumnya tetap menjaga nilai-nilai pelestarian lingkungan yang sudah dilaksanakan saat ini. Tentunya agar pasar internasional bia melihat secara langsung upaya menjaga lingkungan itu," terangnya.

(H-we) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar