- Home
- Lingkungan
- Limbah Debu Hitam Pertamina Dumai Cemari Lingkungan
Limbah Debu Hitam Pertamina Dumai Cemari Lingkungan
Selasa, 24 November 2015 19:38 WIB
DUMAI - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina Refenery Unit II kembali melakukan dugaan pencemaran lingkungan ke pemukiman penduduk yang berada di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Selasa (24/11/15).
Mengingat perusahaan itu memiliki kilang pengolah minyak bergandengan dengan pemukiman penduduk. Adapun limbah yang ditimbulan itu berupa debu hitam beterbangan hingga radius 1 kilometer ke pemukiman penduduk yang berada di daerah itu.
Utusan warga Kelurahan Tanjung Palas, Muhammad Ali, kepada awak media menjelaskan bahwa debu hitam itu sudah mengotori pakaian warga yang terjemur, kolam ikan dan penampungan air warga. Kejadian seperti ini sudah tidak dapat ditoliler warga setempat.
"Kami tidak ingin kemarahan masyarakat berlarut-larut hingga menyebabkan keributan, karena ini alat vital dan saat ini tahun politik. Kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan kejadian seperti ini. Karena, kami sebagai warga sering terkena dampaknya," kata Ali yang juga Anggota DPRD Kota Dumai.
Warga lainnya, Jumali menyampaikan bahwa warga Tanjung Palas sudah tidak ingin tinggal di ring I Pertamina Dumai. Mengingat persoalan pencemaran lingkungan yang dilakukan Pertamina sudah berulang kali. Tapi, tindakan tegas dari pemerintah juga tidak ada.
"Kita muak, tolong aparat pemerintah dan aparat hukum jangan membela Pertamina untuk menghambat keinginan warga pindah dari Tanjung Palas. Sebab, ini sudah menyangku nyawa dan nasib yang berada di zona bahaya dari operasional kilang minyak Pertamina," tegasnya.
Ditegaskannya, kalau tidak penduduk di Kelurahan Tanjung Palas pindah, maka diharapkan perusahaan milik Negara itu yang berambus dari Kota Dumai ini. Sebab, warga sudah bosan dan sering menimpa kejadian yang membuat penduduk di sini ketakutan.
Sementara Humas PT Pertamina RU II Dumai, Yefrizon, ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadian kegagalan hasil pembuangan pada Boiler 4 hal itu menyebabkan sisa pembakaran dan adanya jelaga (debu pembakaran.red) yang berterbangan ke rumah penduduk.
"Partikel sisa pembakaran ini berbahaya, tetapi ini tidak secara langsung terhirup warga, sudah kita tanggap darurat di lapangan agar tidak ada kecamasan warga," kata Yefrizon, kepada sejumlah awak media yang ketika itu berada dilapangan bersama masyarakat setempat.
Tambahnya, hal ini ada kegagalan pada boiler yang seharusnya sisa pembuangan tidak berterbangan. "Kita belum mengetahui hal ini bisa terjadi untuk sementara ada kegagalan sistem boiler, masih pemeriksaan di lapangan dan kejadian ini yang pertama," ujarnya.
Sedangkan Pemerintah Kota Dumai melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat belum bisa memprediksi sementara dampak dari debu hitam yang memenuhi rumah warga karena keterbatasan alat pemeriksaan lingkungan hidup.
"Untuk saat ini kita belum periksa hasil dari debu hitam yang dari pembakaran PT Pertamina Refenery Unit II Dumai karena keterbatasan alat periksa lingkungan," kata Sri Ramadhani kepala laboratorium dan pengawas KLH Dumai.
"Kita sampai saat ini tidak ada dipedulikan, karena sampai saat ini KLH sudah berbuat jangankan alat untuk meningkatkan status badan saja belum tanggapan," ujarnya. Lanjutnya, untuk sementara dampak buruk tidak ada jika tidak berkelanjutan.
"Kalau tidak berkelanjutan tidak ada dampaknya, hal ini sama dengan dampak kabut asap," katanya saat pertemuan bersama warga. Sedangkan pertemuan menyampaikan laporan soal pencemaran lingkungan masyarakat setempat bersama Kapolsek Dumai Timur, PT Pertamina Refenery Unit II, Camat Dumai Timur, KLH Dumai.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
SEBARAN 4.0, Perwira Kilang Pertamina Dumai Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran
-
Ekbis
Management Walkthrough & Safari Ramadhan Direksi Pertamina Drilling
-
Ekbis
Bulan K3 2025, Kilang Dumai Komitmen Keselamatan Kerja dan Keberlanjutan Lingkungan
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Nasional
Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Blok Rokan
-
Ekbis
Usai Isi Biosolar, 23 Mobil Mitsubishi Pajero Mati Mendadak di Dumai

