- Home
- Lingkungan
- Pemkab Meranti Gunakan Kulit Sagu untuk Kontruksi Jalan
Pemkab Meranti Gunakan Kulit Sagu untuk Kontruksi Jalan
Senin, 27 April 2015 19:34 WIB
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mulai memanfaatkan kulit batang sagu (uyung) sebagai lapisan pondasi pembangunan jalan.
Selain lebih murah karena bahan baku yang berlimpah, penggunaan limbah industri sagu ini diklaim lebih cocok digunakan di lahan gambut dan menjamin kekuatan jalan tersebut.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi menjelaskan selama ini susunan kayu atau Geotextile selalu menjadi pilihan untuk pondasi pembangunan jalan. Namun setelah penelitian dan percobaan yang dilakukan, uyung sagu ternyata bisa digunakan dan tentunya lebih efektif baik dari segi ekonomis maupun kekuatan jalan.
"Saya telah menginstruksikan kepada Dinas PU untuk menerapkan inovasi uyung sagu ini untuk pondasi jalan yang akan dibangun di Meranti," kata Irwan belum lama ini.
Menurutnya saat ini ada sekitar 60 lebih kilang sagu yang beroperasi di Kepulauan Meranti dan setiap harinya menghasilkan puluhan ton limbah kulit sagu (uyung) dan limbah padat dalam bentuk ampas (repu).
Setiap harinya limbah ini hanya dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan dengan baik, bahkan tidak jarang limbah padat sagu dibuang dengan tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.
"Inovasi ini tentunya menjadi salah satu solusi penanganan terhadap limbah-limbah itu, malah dapat menjadi nilai ekonomis," sebutnya.
Sebelumnya sistem pondasi dengan menggunakan uyung sagu ini telah dilakukan oleh PT RAPP yang membangun jalan sepanjang 12 Kilometer di Kecamatan Tasik Putri Puyu.
Selain itu sejunlah ruas jalan lainnya juga dilakukan sistem pondasi yang sama, yakni jalan poros Melai-Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Pesisir, jalan poros Lukun-Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, jalan Pramuka dan jalan Perumbi Selatpanjang.
Lebih rinci dijelaskannya, teknis pengerjaan dilakukan dengan pondasi alasnya dilapisi dengan uyung yang dialas terpal, dan ditimbun sirtu (Pasir Batu). Ternyata hasil nya sangat memuaskan ,dimana setelah di lapisi dengan uyung tersebut, pondasi jalan semakin padat dan kokoh.
"Kondisi tersebut merupakan potensi tersendiri bagi daerah-daerah penghasil sagu, selain mendapatkan hasil dari pati sagu itu sendiri tetapi limbahnya pun dapat menjadi komoditi yang juga bernilai jika diolah dan dikemas sedemikian rupa," sebutnya.
(rdk/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

