• Home
  • Lingkungan
  • Pemkab Meranti Tak Kunjung Perbaiki Jalan Rusak di Desa Sendaur

Setiap Tahun Diusulkan Masyarakat

Pemkab Meranti Tak Kunjung Perbaiki Jalan Rusak di Desa Sendaur

Minggu, 12 April 2015 14:02 WIB
MERANTI - Sepanjang kurang lebih 1,5 kilomter jalan penghubung antar desa dan kecamatan di pulau Rangsang mengalami kerusakan cukup parah, terutama di Jalan Parit Teladan, Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kerusakan jalan itu membuat masyarakat merasa hati-hati jika melintasnya. Ironisnya lagi, kerusakan yang cukup parah dan setiap tahunnya diusulkan masyarakat setempat tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui dinas terkait.

Jalan yang sudah mengenyam semenisasi itu kini kondisinya sudah rusak parah, dipertengahan jalan sudah putus dan berlobang cukup besar. Warga setempat jika melintas jalan itu terpaksa mengambil jalur tanah jika tidak ingin terjadinya kecelakaan maupun terjatuh.

Kerusakan jalan itu menimbulkan beberbagai pertanya apakah lamanya yang membuat jalan itu rusak atau memang kualitasnya pembangunanya jalanya yang kurang baik sehingga kondisi jalan Parit Teladan mengalami kerusakan cukup parah.

"Sudah lama rusak jalan ini dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. Padahal jalan ini penghubungan antar desa dan antar kecamatan serta puluahn desa yang melintas jalan ini. Disini ini ada warga 11 desa yang setaiap harinya melintasi jalan rusak ini," ujar warga setempat.

Rupanya kerusakan jalan tidak terjadi di Parit Teladan saja, kerusakan jalan juga terjadi di beberapa titik yang ada di Desa Sendaur, Kecamatan Rangsa Pesisir. Kondisi kerusakan jalan itu sendiri sama dengan kerusakan di jalan Parit Teladan, bahkan lebih parah lagi ada.

"Selain jalan rusak, ada yang sama sekali belum tersentuh semeninsasi yakni Jalan Parit Nibung, jika musim penghujan jalan parit Nibung itu tidak bisa dilewati karena jalan becek dan berlumur, tapi kalau di musim panas jalan itu bisa di lewati tapi kita harus berhadapan dengan debu," ujarnya.

Sebagai warga yang kondisi jalannya rusak berharap kepada Pemkab Meranti untuk bisa melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan umum seperti ini. Sebab, jalan merupakan jalur atau urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berada di pinggiran kota.

"Dengan kondisi jalan rusak seperti ini tentu menyulitkan warga untuk membawa hasil panennya. Oleh karena itu, kami dari warga 11 desa ini sangat mengharapkan kepada Pemkab Meranti untuk segera turun kelapangan dan membangun jalan rusak ini," harapnya.

Sementara Kepala Desa Sendaur Khaidir, saat dikonfirmasi riauheadline.com melalui telpon selulernya, Minggu (12/4/15) mengakui bahwa ada beberapa titik jalan diwilayah kerjanya mengalami kerusakan dan ada yang belum tersentuh pembangunan dari pemerintah.

"Benar ada beberapa jalan sudah rusak dan ada yang belum dibangun. Tapi kami selalu mengusulkan pembangunan baik di Musrenbang maupu setiap rapat dengan pemerintah. Tapi, sampai sejauh ini belum ada gambaran untuk pembangunan," ucapnya.

Dengan jumlah anggaran desa yang terbatas, kata dia, tentunya tidak bisa berbuat banyak, namun pihak desa bersama masyarakat telah mengambil kebijakan dengan  menyambung jalan yang rusak itu dengan potongan batang kelapa sehingga jalan itu bisa dilewati.

"Saya rasa tidak ada kepala desa yang tidak ingin desa bagus dan maju, pada dasarnya memajukan desa merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab kepala desa. Namun dengan kemampuan yang serba terbatas tentunya kita akan melaukan kebijakan sesuai dengan kemampuan," pungkasnya.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar