• Home
  • Lingkungan
  • Pemkab Meranti dan Pokmawas Ajak Masyarakat Cegah Abrasi

Pemkab Meranti dan Pokmawas Ajak Masyarakat Cegah Abrasi

Jumat, 01 Mei 2015 17:55 WIB
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Kelompok Masyarakat (Pokmawas) menanam 2.000 bibit bakau di pantai Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis(30/4/2015).
MERANTI - Pemerintah Kabupaten Meranti melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) menanam 2.000 bakau di pesisir Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (30/4) kemarin. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengeliminir dampak abrasi di daerah tersebut.

Kepala DKP Kabupaten Kepulauan Meranti, Askandar, menghimbau masyarakat agar menjaga lingkungan, mengingat kelautan dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti lebih banyak ditemukan kerusakan lingkungan daripada pemeliharaannya. 

Oleh sebab itu, sambungnya, perlu adanya kelompok yang peduli untuk mengawasi hal tersebut agar bisa teratasi.

"Ini sudah menjadi tanggungjawab kita semua, bagaimana kita bisa memulihkan kembali lingkungan kita. Apakah kita tidak kasihan melihat generasi penerus kita nantinya menerima lingkungan kita yang rusak ini," ujarnya.

Dijelaskan, akibat penebangan bakau secara liar untuk bahan baku arang menyebabkan hilangnya penahan gelombang air laut yang menyebabkan terkikisnya bibir pantai.

"Pokmaswas punya hak untuk mengkap pelaku jika tertangkap tangan, tetapi tidak boleh mamainkan hakim sendiri. Rusaknya bumi kita ini dikarenakan ulah tangan manusia sendiri, jadi mari dengan hati kecil kita dengan jujur dan ikhlas untuk sama-sama memperbaiki ekosistem daerah kita," ajak Askandar.

Sementara, Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat, Kadarsiono mengatakan, perjuangan Pokmaswas terhadap kelestarian hutan bakau awalnya mendapat hinaan dari masyarakat sekitar atas penanaman pohon manggrove tersebut. Namun, saat ini sekitar 2 km hutan manggrove di pantai Anak Setatah sudah mulai berkembang.

Pada kesempatan yang sama Subdit Mitigasi Bencana dan Lingkungan, Direktorat Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Suryo Prastojo mengatakan jika kawasan pantai di Kepulauan Meranti sangat cocok sekali untuk dilakukan penanaman manggrove. Dia mengatakan, kasus hutan bakau sama persis dengan hutan bakau di Pantura pulau Jawa. 

Awalnya ketebalan manggrove di Pantura sangat tinggi, namun setelah adanya pengerusakan masyakat yang menginginkan keuntungan dan pemenuhan kebutuhan sendiri, akhirnya manggrove itu punah dan pantai mengalami abrasi.

Dikatakannya juga, bahwa hasil penanaman manggrove yang akan dilakukan saat ini, bukan hanya dimasa orang yang menanam saja yang akan menikmatinya, akan tetapi akan terus mengalir ke bangsa penerus kedepannya.

"Jadi, menjaga lingkungan itu sangat penting sekali. Abrasi akan makin parah jika tidak adanya penanaman manggrove di daerah yang rentan terjadinya abrasi tersebut seperti Kabupaten Kepulauan Meranti," terangnya.

(adv/tpc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar