- Home
- Lingkungan
- Pohon Pelindung Kota Pekanbaru Disinyalir di Racun OTK
Banyak Mati dan Layu
Pohon Pelindung Kota Pekanbaru Disinyalir di Racun OTK
Selasa, 09 Desember 2014 21:20 WIB
PEKANBARU : Saat ini pohon pelindung diberbagai ruas jalan Kota Pekanbaru banyak yang mati. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.
Namun saat ini dinas terkait, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru belum bisa berbuat banyak dan memotong pohon pelindung yang membahayakan tersebut.
Menurut Kepala DKP Kota Pekanbaru, Azwan ketika diwawancara wartawan, Selasa (9/12), belum dipotongnya pohon mati tersebut disebabkan saat ini masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.
Pasalnya menurut Azwan, puluhan pohon yang mati tersebut sengaja diracun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Pohon yang mati itu kita duga sengaja diracun oleh oknum tak bertanggung jawab. Kita sudah lapor polisi, yang melapor bagian hukum agar diselidiki, kita sertai dengan hasil labor, polisi nanti yang menyelidiki. Itu sebabnya belum kita tebang, karena sedang dilakukan penyelidikan," ungkap Azwan ketika ditemui di gedung DPRD Kota Pekanbaru.
Diakuinya, saat ini pihaknya sudah melakukan pemantauan di lapangan dan menemui sebanyak 21 pohon yang mati. Ada di beberapa titik jalan, seperti di Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Riau serta Jalan Soekarno Hatta.
"Pohon ini sudah kita cek, dari pantauan kami sementara ada 21 batang pohon yang mati. Pohon yang mati ini rata-rata berumur 5 tahun sampai 20 tahun. Rata-rata pohon yang mati ada di depan ruko dan bilboard, maka dugaan kita pohon mati itu dibunuh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Dikatakan mantan Asisten III Pemko Pekanbaru ini, dugaan diracunnya pohon pelindung bukan tanpa alasan. Pasalnya berdasarkan pantauan DKP, 21 pohon yang mati ini ditemui banyak yang tertoreh dan bahkan ada bekas gergaji. Dan pada bekas gergaji inilah racun itu dimasukkan.
"Ini bisa kita buktikan, dengan adanya ditoreh dan digergaji. Ada indikasi diberi racun pada titik yang ditoreh itu. Sehingga pohon itu mati perlahan," bebernya.
Berdasarkan itulah dikatakan Azwan, pihaknya melaporkan kasus tersebut kepihak kepolisian untuk diselidiki. Terkait pohon yang membahayakan pengguna jalan, dikatakannya, petugas akan memangkas pohon yang menjorok ke tengah jalan.
"Jika nanti pohon itu membahayakan, akan kita pangkas dulu sebagian. Sampai selesai diselidiki polisi, baru kita tebang habis," imbuhnya.
(fir/fir)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

