- Home
- Lingkungan
- Presiden Mahasiswa UIR Pertanyakan Persiapan Sambut DOB
Presiden Mahasiswa UIR Pertanyakan Persiapan Sambut DOB
Selasa, 01 Juli 2014 20:16 WIB
PEKANBARU - Presiden Mahasiswa UIR Sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pemuda Gunung Sailan Darussalam (FKP-GSD 2014) Yusroni Tarigan mempertanyakan persiapan berbagai elemen untuk menyambut kehadiran Daerah Otonom Baru (DOB). Terutama mengenai persiapan pemekaran Kabupaten Gunung Sailan Darussalam.
Menurut Yusroni Tarigan, Pembentukan DOB atau Pemekaran Wilayah merupkan Isu politik yang selalu dibahas dan hangat didiskusikan. Mengapa demikian? Karena isu ini membicarakan nasib semua orang yang menuntut kesejahteraan dan keadilan, "untuk itu, mari satukan hati mewujudkan Kabupaten Gunung Sailan Darussalam," ungkap Yusroni, Selasa (1/7/2014).
Dijelasnya lagi, DOB dijamin dalam UU otonomi daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur. Fenomena ini tidak hanya di tingkat lokal juga dibicarakan di tingkat nasional. Tuntutan Kesejahteraan dan kedailan yang disuarakan berbagai elemen masyarakat adalah fenomena ketidak terjangkauan dan ketidak merataan pembangunan oleh kabupaten induk, sehingga kita sering mendengar istilah Anak Tiri dan anak kandung.
Selain itu, telah menjadikan ketidak-mampuan dan ketidak berdayaan dalam pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan). Sulitnya melakukan kegiatan produktif (karena kemampuan kecakapan hidup tidak diberdayakan).
"Sehingga menghasilkan polemik dalam masyarakat itu sendiri, antara lain Fenomena kemiskinan yang terjadi adalah kemiskinan fungsional, kurangnya sandang, pangan dan papan. Kemudian kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan mental dan pikir, baik dalam konteks pendidikan, kesehatan, maupun sosial ekonomi."
Selanjutnya, dipaparkan Yusroni, kemiskinan kultural (budaya) sehingga terus merasa tidak bermartabat dan tidak memliki harga diri serta kurangnya rasa percya diri kita sebagai daerah yang berbudaya dan beradat. Sehingga tidak memiliki orientasi yang jauh kedepan.
Otonomi daerah hakekatnya ditujukan untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, dengan memperhatikan azas kebersamaan melalui peran serta masyarakat yang berkeadilan, Serta menatakelola sumber daya daerah sesuai dengan potensi dan keanekaragaman hayati daerah yang tersedia untuk kesejahteraan masyarakat.
"Ini semua merupakan sebagai kebutuhan dalam upaya mendekatkan dan meningkatkan kuantitas serta kualitas pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkeadilan".
Meski demikian, katanya, aspirasi di atas belum membuahkan hasil yang final. Lantas, jika benar fenomena keadilan dan kesejahtraan menjadi misi dari cita-cita bangsa ini? maka semua harus bersatu untuk perjuangkannya hingga meraih kemerdekaan.
Namun, ada satu pertanyaan yang mesti dijawab oleh semua elemen dan stakeholders pemekaran Kabupaten Gunung Sailan Darussalam, yaitu apa yang sudah dipersiapkan untuk menyambut kehadiran DOB tersebut? Dan apa upaya yang sudah kita memperjuangkan semua itu, agar bebas dari jeratan kemiskinan dan ketidak berdayaan sebagai jawaban untuk menatap masa depan yang lebih baik?
"Dan rencana apa untuk mengisi pemekaran tersebut dalam rangka mewujudkan ruh otonomi daerah? Untuk itu marilah kita bersama-sama bahu membahu,tolong menolong, bersinergi satu dengan yang lainnya untuk mewujudkan Kabupaten Gunung Sailan Darussalam untuk generasi yang Gemilang dan Terbilang," pungkas Yusroni.***(hrc-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

