- Home
- Lingkungan
- Program Pengelolaan SDA Harus Berwawasan Lingkungan
Program Pengelolaan SDA Harus Berwawasan Lingkungan
Selasa, 17 Juni 2014 18:01 WIB
DUMAI - Apabila saat ini masih ditemukan berbagai bencana ekologis, maka hal itu dinilai disebabkan oleh pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) yang tidak berwawasan lingkungan hidup.
“Oleh karenanya, perlu dilakukan koreksi mendalam agar pengelolaan dan pemanfaatannya dapat mensejahterakan masyarakat dan tidak menimbulkan bencana,” ujar Agus Widayat, Wakil Wali Kota Dumai, Selasa (17/6).
Dia mengatakan hal itu saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada upacara dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2014 di Halaman Perkantoran Jalan HR Soebrantas, Dumai.
Hadir pada kesempatan tersebut Sekda Kota Dumai Said Mustafa, pejabata di lingkungan Pemko Dumai, pimpinan dan anggota DPRD Kota Dumai, unsur Forum Pimpinan Daerah, dan segenap PNS di lingkungan Pemko Dumai.
Menurutnya, konsep pembangunan berkelanjutan yang merupakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup merupakan satu-satunya pilihan yang wajib diwujudkan.
Adalah sangat tepat ketika Pemerintah mencanangkan strategi kebijakan pro job, pro poor, pro growth, dan pro environment, karena pertumbuhan ekonomi semata tanpa memperhatikan aspek pelestarian fungsi lingkungan dan manusia didalamnya, ternyata telah mengakibatkan timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
Dijeaslaknnya, pergeseran paradigma mulai berkembang dimana konsep “ekonomi hijau” (green economy)” dan pembangunan rendah karbon sudah berada dalam kisaran arus utama pembangunan. Dalam dokumen “The Future We Want” yang dihasilkan pada konferensi Rio+20, agenda Ekonomi Hijau telah menjadi pilihan utama.
Perubahan paradigma ekonomi hijau tersebut direspon oleh Indonesia melalui berbagai inisiatif dan aturan perundang-undangan. Undang-undang Nomor: 32 Tahun 2009 telah memberikan ruang yang cukup luas untuk mengembangkan ekonomi hijau melalui instrumen-instrumen ekonomi lingkungan.
Selain komitmen pemerintah, kata dia, keterlibatan semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilannya. Pemerintah dituntut menyusun program pro rakyat serta memfasilitasi kebutuhan rakyat, tetapi dilain pihak masyarakat dibutuhkan keterlibatannya dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Masyarakat perlu didorong melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungah (green lifestyle) seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta menerapkan konsep 3 R (reduce, reuse dan recycle) dalam mengelola sampah.
Wawako mengingatkan, peringatan hari lingkungan hidup tahun 2014 ini diharapkan menjadi momentum pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih konsisten dengan komitmen yang lebih tinggi. Pengelolaan lingkungan hidup mendorong pemanfaatan SDA secara arif.
“Dan untuk itu saya mengingatkan bahwa sesuai tema hari lingkungan hidup tahun ini, maka perhatian terhadap kerusakan serta dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” kata dia.
Wawako menambahkan, kesamaan pandang dan langkah antara pemerintah dan pemerintah daerah perlu lebih ditingkatkan. Demikian halnya dengan keterlibatan masyarakat dan dunia swasta.
“Ketahanan lingkungan hidup adalah kunci untuk menjaga jasa ekosistem dan menghindari dari bencana lingkungan khususnya dampak perubahan iklim.”
Dimana ketahanan lingkungan meliputi upaya pemulihan/perbaikan lingkungan dan pengelolaan sumberdaya dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungannya, sehingga tercapai stabilitas ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.***(adv/hum)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

