RAPP Tanam Pohon Kehidupan di Pulau Padang

Kamis, 09 April 2015 15:27 WIB
Direktur Pengendalian Hutan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raffles Pandjaitan didampingi Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, dan Direktur PT RAPP, Mulia Nauli melakukan penanaman pohon pada saat kegiatan penanaman perdana Tanaman Kehidupan,
MERANTI - PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) secara resmi melakukan penanaman perdana tanaman kehidupan bagi masyarakat di Pulau Padang. 

Kegiatan penanaman perdana tersebut secara simbolis disaksikan langsung oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ir Raffles Panjaitan, M.Sc dan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan M.Si, Rabu (8/4) kemarin, di Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengapresiasi program tanaman kehidupan yang dilaksanakan RAPP sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

"Terimakasih kepada RAPP atas dimulainya program tanaman kehidupan ini yang akan ditanami, dengan tanaman karet. Semoga bisa dipercepat dan masyarakat bisa memperoleh manfaatnya. Meski saat ini harga karet sedang turun, namun kita memahami harganya memang turun naik, dan pemerintah melalui Kementerian nanti juga akan ikut campur dalam penentuan harga, sehingga menguntungkan bagi masyarakat," ujar Bupati.

Kepala Desa Lukit, Edi Gunawan menyambut baik dimulainya penanaman tanaman kehidupan yang juga disertai dengan rangkaian kegiatan masyarakat peduli lingkungan. Dirinya berharap, dengan kehadiran perusahaan terutama RAPP, dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam membantu pembangunan.

"Kami berharap hadirnya perusahaan dapat menjadi sumber mata air bagi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi air mata. Kami perlu menekankan bahwa masyarakat Desa Lukit sangat kondusif, dan siap mendukung program pemerintah," kata Edi.

Sementara itu, Direktur RAPP, Mulia Nauli mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal dalam mempercepat terlaksananya program tanaman kehidupan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Desa Lukit yang sangat kondusif dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dikatakan Mulia, perusahaan juga sangat komit terhadap upaya pelestarian lingkungan  sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Untuk tanaman kehidupan, ada seluas 1.600 hektar dan kami berupaya keras untuk bisa bekerja lebih cepat. Untuk itu, kami menitipkan perwakilan perusahaan di sini dan terimalah kami sebagai keluarga, tegur kami jika ada yang kurang berkenan. Semoga Desa Lukit atau Pulau Padang dapat terus berkembang dan maju sehingga bisa menjadi daerah tujuan ekowisata yang akan menarik pengunjung datang dan semakin menggerakkan perekonomian masyarakat," papar Mulia.

Sebelum penanaman perdana, Direktur RAPP, Mulia Nauli berkesempatan menyerahkan secara simbolis bibit tanaman karet tanaman kehidupan kepada masyarakat melalui Kepala Desa Lukit, yang disaksikan oleh Bupati, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dari Kementerian LHK, Ketua DPRD dan unsur forkompinda Kabupaten Kepulauan Meranti, serta ratusan masyarakat dari berbagai Dusun sekitar yang terlihat sangat antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) yang menghimbau segenap masyarakat untuk gemar menanam dan menjaga serta melestarikan lingkungan. Kegiatan ini ditandai dengan pengukuhan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Lukit yang merupakan binaan RAPP. 

Usai pengukuhan, juga dilakukan demonstrasi teknik pemadaman kebakaran hutan dari MPA dan Satuan Laskar Alam binaan PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) sebuah perusahaan yang akan melakukan program restorasi ekosistem atau memulihkan kembali kondisi hutan alam di Pulau Padang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Meranti, Fauzi Hasan SE, Kepala Dinas Kehutanan Kepulauan Meranti, Maamun Murod, Camat Merbau, Stakeholder Relations (SHR) Manager, Wan Mohd Jakh Anza, Estate Manager RAPP di Pulau Padang, Marzum Hamid, Samanhadi Arifin, Direktur GCN, Susilo Sudarman dan unsur Forkompinda lainnya serta para tokoh masyarakat setempat.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags RAPP
Komentar