• Home
  • Lingkungan
  • Ratusan Hektar Kebun Karet Warga Kepulauan Meranti Ludes Terbakar

Ratusan Hektar Kebun Karet Warga Kepulauan Meranti Ludes Terbakar

Kamis, 06 Februari 2014 09:28 WIB

SELATPANJANG - Ratusan hektar kebun karet dan kebun sagu hangus terbakar. Kebakaran lahan perkebunan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti ini, kian meluas.

Setelah sebelumnya meluluh lantakkan 100 hektar perkebunban milik warga Desa Gemalasari dan 750 hektar kebun sagu di Desa Kepau Baru Tebing Tinggi Timur, diantaranya 200 hektar lebih milik PT NSP dan sisanya milik masyarakat.

Meskipun diketahui persis kerugian yang ditimbulkan, namun kerugian ditaksir mencapai Rp1 milyar lebih.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Merani Makmun Murod, mengatakan ratusan hektar perkebunan karet dan sagu di Desa Kayu Ara Rangsang Pesisir yang terbakar tersebut, berada diareal lahan gambut.

Kabakaran hebat selama 3 hari ini, tak mampu dibendung masyarakat dan tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Dishutbun Meranti.

"Masyarakat dan tim Dishut masih terus berjuang memadamkan api. Meskipun kobaran api sudah padam, namun kepulan asap yang memakan lahan gambut masih terus menyisakan percikan api yang dihawatirkan bisa api kembali berkobar," katanya, kemarin.

Menurut Murod, dari total luas kebun masyarakat yang terbakar tersebut, diantaranya 50 hektar merupakan program KBR dihutbun yang sudah diserahkan masyarakat.

Meskipun belum berhasil, dengan pemeliharaan yang rutin dilakukan masysarakat, puluhan kebun KBR yang merupakan kebun karet unggul tersebut dinilai sudah berhasil tumbuh dengan baik dan tinggal masa panen (penderesan red).

Selain itu, 75 hektar lahan perkebunan  yang juga merupakan program pengembangan perkebunan karet Dishut untuk masyarakat, turut musnah terbakar.

Sementara sisanya merupakan perkebunan karet yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, termasuk sekitar 30 hektar perkebunan sagu yang juga milik masyarakat.

"Asal titik api diperkirakan dari dusun Parit Nelayan desa Tanah Marah. Soal punca api, belum dapat diketahui secara pasti dan masih dalam proses penyelidikan pihak Polsek Rangsang Barat," ungkapnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengkau sangat prihatin dengan musibah ini, belum kering keringat masyarakat menanam dan memelihara kebun program pemerintah, sudah harus musnah disapu api.

Kapolesk Rangsang Barat  M Siregar mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan penyelidikan dan olah TKP terkait terbakarnya ratusan hektar perkebunan karet dan sagu milik masyarakat desa Kayu Ara.

Meskipu tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan merambat ke kawasan pemukiman warga, kerugian diperkirakan mencapai 1 milyar lebih.

"Puncak api dari Parit Nelayan Desa Tanah Merah. Sedangkan penyebab kabakaran, masih dalam lidik. Total luas lahan diperkirakan mencapai 592 hektar yang terdiri dari kebun sagu dan karet” ungkap Kapolsek.

Sementara itu Kepala Desa Kayu Ara Rusli mengatakan, saat ini masyarakat masih terus siaga. Meskipun kobaran api sudah padam, namun kepulan asap yang masih terus menyisakan percikan api yang memakan lahan gambut Kondisi ini dihawatirkan bisa memicu kobaran api yang bisa menyebabkan kabakaran lahan susulan.***(fan/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar