- Home
- Lingkungan
- TMC Berhasil Turunkan Hujan di Wilayah di Riau
TMC Berhasil Turunkan Hujan di Wilayah di Riau
Sabtu, 29 Maret 2014 16:59 WIB
JAKARTA - Penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau lebih dikenal dengan hujan buatan terus dilakukan untuk memadamkan api dan asap di Riau. Sejak 5 Maret hingga sekarang, TMC sudah dilakukan 40 kali sorti penerbangan dengan menaburkan total 93 ton garam (NaCl) ke awan di Riau.
TMC telah banyak menghasilkan hujan di sejumlah wilayah di Riau. Hari ini, Sabtu (29/3/14) hujan turun di di sejumlah wilayah di Riau. Di antaranya, di Dumai, Pelintung, Tanah Putih, Kampar, Rokan Hulu, dan Pelalawan.
"TMC dilakukan oleh BPPT, BNPB, TNI AU dan BMKG di bawah kendali Satgas Udara dalam Satgas Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap. Pesawat yang digunakan adalah pesawat Hercules C-130 dan Cassa 212. Sekali terbang Hercules membawa 5 ton dan Cassa 1 ton garam dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sabtu (29/3/14) di Jakarta.
Menurut Sutopo, garam memiliki sifat higroskopis yang menyerap butir-butir air dalam awan yang berukuran sangat kecil.
Dengan ditaburkannya butir-butir garam tersebut, tambahnya, maka akan terjadi tumbukan dan penggabungan butir air di dalam awan sehingga turun hujan. Walaupun begitu, kata Sutopo, tidak semua awan bisa diturunkan menjadi hujan.
"Awan yang layak disemai adalah awan-awan rendah jenis Cummulus yang bentuknya menggumpal seperti bunga kol. Bahkan jika ada awan Comulonimbus atau Cb maka awan ini disemai. Awan Cb ini berbentuk gumpalan sangat besar dan umumnya berwarna gelap," terang Sutopo.
Ditambahkannya, Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb.
Namun, dalam TMC ini sebutnya, justru awan-awan ini yang dicari untuk kemudian didekati dan disemai dengan garam. Bahkan tak jarang pesawat masuk ke dalam awan Cb.
"Dosis pemberian butir garam pun harus cukup untuk meningkatkan tumbukan dan penggabungan. Jika berlebih awan justru buyar," ujarnya.
Dijelaskan Sutopo, lapisan asap menghambat pertumbuhan awan. Uap air di atmosfer diserap oleh butir-butir asap sehingga sulit membentuk awan. "TMC atau teknologi modifikasi cuaca terus dilakukan. Semua ikhtiar dan doa terus kita panjatkan agar hujan turun di Riau," sebutnya.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

