• Home
  • Hukrim
  • Oknum Perwira Tinggi Polri Disebut Miliki Lahan di Cagar Biosfer

Oknum Perwira Tinggi Polri Disebut Miliki Lahan di Cagar Biosfer

Sabtu, 29 Maret 2014 17:01 WIB

PEKANBARU - Tim Satgas penanggulangan bencaana asap dan kebakaran hutan dan lahan. Tim mulai menguak adanya keterlibatan oknum. Dari keterangan seorang tersangka, oknum TNI Serka Sudigdo memang menguak siapa orang-orang yang memiliki lahan di Cagar Biosfer. 

Kepada Polisi Milter (POM) TNI AD yang memeriksanya, ia menyebutkan ada dua orang mantan Kapolres yang juga memiliki lahan di kawasan itu. Diketahui, salah satunya, oknum polisi itu sekarang sudah menjadi Perwira Tinggi (Pati) Brigadir Jenderal BS. 

Danrem 031 WB Brigjen TNI P. Agus Irianto kepada wartawan, belum lama ini mengatakan hal tersebut belum bisa dipastikan karena penyidik masih melakukan pengembangan. Begitu juga dengan oknum-oknum lainnya yang disebut-sebut memiliki lahan di Cagar Biosfer di Giam Siak dan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). 

"Sudigdo ini sebenarnya aktor lama. Dia sudah tertangkap tahun lalu dan kami pinjam karena posisinya menunggu Mahkamah Militer di Medan. Dia bercerita ada beberapa orang yang terlibat pemilikan lahan. Dan itu masih didalami oleh Satgas Gakkum (penegakkan hukum). Itu bisa dikembangkan nanti," paparnya. 

Danrem berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, tidak peduli oknum-oknum aparat yang diduga membekingi dan memiliki lahan tersebut. "Kami profesional dan akan mengungkap semuanya," tegas Danrem. 

Terkait lahan-lahan yang dimiliki di kawasan konservasi, apakah bisa disita atau dikembalikan ke negara, Danrem mengatakan itu langkah yang akan ditempuh. 

"Istilahnya di mapping. Nanti kita ikuti saja. Intinya, proses sedang jalan, ikuti saja. Ini kan belum selesai. Diharapkan sebelum tanggal 4 April 2014 selesai. Orang-orang yang disebutkan Digdo itu seperti apa langkah selanjutnya, ini kan sedang dikembangkan," pungkasnya. 

Oknum Pati TNI AU Disebut-Sebut Juga Terlibat 

Oknum Perwira Tinggi (Pati) TNI AU Marsekal Pertama TS disebut-sebut terlibat perambahan hutan dan lahan. Beberapa media nasional mencantumkan inisialnya, menghimpun narasumber yang dinilai akurat. 

Namun, Kapentak Lanud Roesmin Nurjaddin Mayor Sus Filpadri kepada wartawan membantah hal tersebut. Menurutnya, data yang mencantumkan inisial Marsekal tersebut adalah data yang tidak valid. 

"Data tentang keterlibatan TNI AU dengan inisial TS tidak bisa dipertanggungjawabkan. Inisial TS yg berpangkat Marsma (Marsekal Pertama) di TNI au tidak ada. Sumber yang mencatut keterlibatan salah seorang Pati TNI AU tersebut tidak jelas atau tidak valid," papar Kapentak. ***(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar